Angkasa Pura 2

Bandara Tetap Beroperasi, Tapi Ponsel, KRL dan MRT Lumpuh Saat Strum PLN Mati, Contingency Plan Kuncinya!

menhub di soetta

JAKARTA (BeritaTrans.com) – “Tentu saja ada contingency plan, back up plan. Pertanyaan saya kenapa tidak bekerja dengan cepat. Saya tahu pernah kejadian 17 tahun lalu Jawa-Bali, harusnya itu bisa jadi pelajaran agar kejadian kembali lagi. Kita tahu ini tidak hanya merusak reputasi PLN tapi banyak juga hal di luar PLN yang dirugikan,” cetus Jokowi saat menyatroni kantor pusat PLN, Senin (5/8/2019).

Setelah mendengarkan penjelesan dari manajemen PLN, Jokowi menilai ada hal-hal yang tidak dikalkulasi oleh PLN yang merugikan banyak pihak.

“Pejelasannya panjang sekali. Pertanyaan saya bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter, apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian,” tambah Presiden.

“Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung tidak dikalkulasi. Dan itu betul-betul merugikan kira semuanya.”

Aspek contingency plan memang berperan vital dan strategis. Contingency Planning adalah sebuah rencana untuk membuat suatu panduan dan dokumentasi atas suatu kejadian yang tidak terduga, dan sebagai dokumentasi dasar terhadap tanggap darurat dalam upaya pemulihan perencanaan.

Mengidentifikasi contingency plan dapat dilakukan saat mengimplementasikan strategi mitigasi. Dalam contingency plan terdapat risk plan management, yang meliputi analisis risiko yang mungkin terjadi baik risiko dengan dampak tinggi maupun rendah. Risk plan management juga memantu sebuah proyek agar terhindar dari masalah besar yang mungkin terjadi.

Saat listrik mati di Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa tengah, memang patut dipertanyakan oleh Presiden Jokowi soal contingency plan PLN. Presiden juga dapat mempertanyakan contingency plan dari penyedia jasa air bersih (PAM). Bahkan mempertanyakan kepada operator telepon seluler (ponsel), operator KRL, dan MRT.

Saat listrik mati aliran air PAM di Bekasi mati total, bahkan tetap mati walau aliran listrik sudah aktif beberapa jam. Akibatnya, sangat banyak warga kesulitan untuk melakukan aktifitas MCK.

Ratusan penumpang kereta listrik ( KRL) terpaksa dibatalkan perjalanannya lantaran padamnya listrik yang terjadi di wilayah Pulau Jawa, Minggu (4/8/2019).

Vice President Operasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Broer Rizal mengatakan, setidaknya terdapat 500 penumpang yang dibatalkan perjalanannya karena padamnya listrik.

“Penumpang yang ada di atas KA itu ada sekitaran 500 penumpang dan sudah dapat kami evakuasi dalam waktu kurang dari satu jam,” kata Broer di Kantor PT KCI, Jakarta Pusat, Minggu.

Dia menambahkan, sekitar 500 penumpang itu tersebar di 23 rangkaian KRL yang terpaksa terhenti karena tidak ada daya listrik. “Ada 7 kereta yang berada di jalur rel antara stasiun, sementara 16 kereta dapat berhenti di stasiun sehingga memudahkan proses evakuasi,” ujar Broer.

sementara itu, PT MRT Jakarta mengatakan terhentinya operasional akibat listrik padam massal merupakan kejadian luar biasa.

Pihak PT MRT Jakarta mengaku sudah mengantisipasi terganggunya pasokan listrik dengan menyiapkan suplai penuh dari dua jalur, tapi dua jalur tersebut sama-sama mati. Berdasarkan informasi yang diperoleh MRT, pasokan listrik terputus akibat ada gangguan pada sistem transmisi 500kV, sehingga seluruh sistem interkoneksi Jawa-Bali-Nusa Tenggara terganggu.

“Akibat dari hal tersebut, pasokan daya terputus dari PLN untuk kedua jalur suplai MRT,” kata Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (4/8/2019).

Sebagai informasi, MRT Jakarta disuplai penuh dari 2 jalur yang bersumber dari 2 subsistem 150kV PLN yang berbeda, yaitu Subsistem Gandul-Muara Karang melalui Gardu Induk Pondok Indah dan Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk CSW. Dalam keadaan failure pada salah satu 1 jalur suplai, maka 1 suplai lainnya dapat menggantikan 100% kebutuhan.

“Kasus hari ini tergolong kejadian luar biasa yang menyebabkan lumpuhnya kedua jalur suplai tersebut,” ujar Kamaluddin.

Pihak MRT sendiri mengaku langsung melakukan penanganan agar gerbong kereta bisa kembali berjalan normal. Sejumlah peralatan listrik juga disiagakan.

“MRT Jakarta telah melakukan penanganan untuk mengamankan peralatan ketika listrik hidup kembali dan dalam kondisi siap untuk kembali beroperasi ketika pasokan listrik dari PLN sudah kembali normal,” jelas Kamaluddin.

Bandara tetap beroperasi

bandara ap2

Berbeda dengan berbagai infrastruktur telekomunikasi dan transportasi tadi, tiga bandara kelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) di Jakarta dan Jawa Barat beroperasi normal meski terdapat gangguan aliran listrik, Ahad (4/8/2019).

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, menurut Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang, gangguan aliran listrik diatasi dengan 17 genset guna mendukung operasional bandara baik itu di sisi darat (land side) dan sisi udara (airside).

“Sejalan dengan itu, penerbangan berjalan normal,” tutur Febri.

Selain genset, kelistrikan di Soekarno-Hatta juga diperkuat uniterrupted power supply (UPS) yang membuat kinerja sejumlah sistem tidak terganggu sama sekali meski ada gangguan aliran listrik.

“Sempat terkena dampak gangguan dari PLN. Tetapi langsung terbackup oleh 17 genset. Sehingga kebutuhan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta aman terkendali. Kondisi operasional normal, tak ada layanan yang terganggu,” ujarnya.

Sedangkan operasional Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, juga berjalan normal didukung genset yang dioperasikan mulai pukul 10.45 WIB.

Adapun aliran listrik PLN di Bandara Husein Sastranegara sudah normal kembali sejak pukul 18.25 WIB.

“Penerbangan berjalan lancar. Genset digunakan sejak 10.45 WIB, dan PLN kembali normal pada pukul 18.25 WIB,” ujar Plt. EGM Bandara Internasional Husein Sastranegara Iwan Winaya.

Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, juga berjalan normal didukung genset untuk mengatasi gangguan arus listrik.

Sekali lagi contingency plan!

20190805_103711

Tanggap darurat, yang begitu manis diperlihatkan oleh PT Angkasa Pura II, tentu menjadi bukti bukan contingency plan hanya bagus di atas kertas. Contingency plan dikelola dengan apik, dari perencanaan, pengawasan hingga pelaksanaan.

Dengan contingency plan, pelayanan dengan segala aspeknya tetap terselenggara dengan cara seksama dan dalam tempos sesingkat-singkatnya.

manajemen PT Angkasa Pura II juga memberikan hiburan mengesankan bahwa publik tidak harus lagi sengsara saat hendak naik pesawat di bandara. Cukup pada posisi publik disengsarakan akibat listrik mati. Mereka tetap tersenyum manis di bandara.

(Agus W)

loading...