Angkasa Pura 2

Kemenhub Fokus Tingkatkan Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Perkeretaapian

EmplasemenSenin, 5 Agustus 2019
IMG-20190805-WA0047

IMG-20190805-WA0048

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian fokus manajemen risiko keselamatan kerja bidang kereta api (KA).

Diantaranya dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Bidang Audit Keselamatan Perkeretaapian yang dibuka Direktur Keselamatan Perkeretaapian Zamrides di Jakarta, Senin (5/8/2019).

“Bimtek kali ini berfokus pada peningkatan kompetensi manajemen risiko keselamatan kerja perkeretaapian,” tegas Zamrides.

Bimtek diikuti perwakilan Direktorat dan Balai di lingkungan Ditjen Perkeretaapian dan dipandu narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Dia menyatakan bahwa saat ini Pemerintah tengah gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur khususnya infrastruktur perkeretaapian di berbagai wilayah di Indonesia.

“Semangat program pembangunan perkeretaapian ini harus dibarengi dengan semangat K3 (Keselamatan, Keamanan dan Kesehatan Kerja),” imbuh dia.

Meski demikian, beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur perkeretaapian tak luput dari kecelakaan kerja.

“Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga menimbulkan korban jiwa, oleh karena itu perlu upaya nyata untuk mencegah dan mewujudkan “zero accident”, tutur Zamrides.

Lebih lanjut Zamrides menegaskan bahwa kegiatan pembangunan harus berjalan aman dan selamat baik untuk pengoperasian KA, aman dan selamat untuk orang sekitar dan juga aman dan selamat bagi para pekerja konstruksinya.

Untuk itu, dia mengimbau agar seluruh stakeholder menjadikan PM 69 tahun 2018 sebagai rujukan dalam melaksanakan tugas pembangunan dan pengoperasian infrastruktur perkeretaapian, terutama identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, modifikasi seluruh sarana, prasarana dan peralatan kerja serta penyiapan SDM yang kompeten dalam penerapan K3 konstruksi.

“Saya mengharapkan dukungan seluruh stakehoder untuk mengutamakan budaya keselamatan dalam pelaksanaan konstruksi perkeretaapian, yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutup Zamrides. (omy)