Angkasa Pura 2

Ngebom Ikan di Bintan, Kapal dengan Nakhoda & Kru Ditangkap

Kelautan & PerikananSenin, 5 Agustus 2019
pelaku-bom-ikan-di-tj-pinang

BINTAN (BeritaTrans.com) – Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan, Kepri, kini mencari pemasok bahan peledak bom rakitan yang digunakan empat pelaku untuk menangkap ikan.

Keempat pria yang sudah diamankan itu diduga menangkap ikan secara ilegal di Perairan Pulau Penyemuk, Desa Mentebung, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Polsek Tambelan, Ipda Missyamsu Alson mengatakan, keempat terduga pelaku penangkapan ikan menggunakan bom rakitan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Hasbullah (40) sebagai kapten sekaligus penyelam, Amiruddin (48) sebagai penyelam, Ilham (49) sebagai koki kapal, dan Rusdianto (38) anak buah kapal (ABK).

“Para tersangka warga Pemangkat, Kalimantan Barat, mereka menangkap ikan menggunakan bom yang dirakit di atas kapal,” ucap Alson kepada Tribun Batam, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, bahan peledak yang digunakan keempat tersangka diperoleh dari seseorang yang sampai saat ini masih dikejar kepolisian. Pemasok bahan peledak itu juga bos keempat nelayan yang diamankan ini.

Dari pengakuan mereka, diketahui bahwa banyak nelayan yang masih menangkap ikan menggunakan bom. “Sudah belasan kali, minimal dalam seminggu satu kali menangkap ikan dengan cara ngebom. Diduga ada sekitar 17 kapal lagi yang menangkap ikan seperti mereka,” ucap Alson.

Sebelumnya, Polsek Tambelan bersama TNI AD dan Satpol PP meringkus empat nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang menggunakan bom ikan di perairan Kepri, Selasa (30/7) lalu. Mereka diamankan saat mengebom ikan di Perairan Pulau Penyemuk, Desa Pulau Mentebung.

Missyamsu Alson menyebut, aktivitas illegal fishing ini sudah lama menjadi target. Pihaknya bersama TNI AD dan Satpol PP melakukan pengawasan dan patroli rutin.

Hasilnya, Senin (29/7) lalu pihaknya dapat informasi aktivitas mengebom ikan di Perairan Pulau Penyemuk. Polsek Tambelan langsung mengejar dan mendatangi lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, namun saat itu tekong dan anak buah kapal berhasil kabur.

“Tetapi satu unit pompong yang digunakan berhasil diamankan,” terangnya.

Dikatakan, pelaku yang kabur adalah seorang tekong dan tiga anak buah kapal (ABK). Keempat orang ini kabur ke daratan Pulau Penyemuk. Saat itu juga polisi berkoordinasi dengan TNI AD dan Satpol PP untuk mengejar dan menangkap menggunakan Kapal KM Astakona.

Saat mengitari pulau, TNI AD dan Satpol PP tidak melihat tanda adanya kapal yang berlayar. Tim gabungan kemudian menelusuri daratan pulau tersebut. Sekitar setengah jam, tim berhasil meringkus tiga pelaku di antaranya Hasbullah, Ilham, dan Rusdianto. “Ketiga pelaku langsung dibawa ke kapal untuk diinterogasi,” ujar Missyamsu Alson.

Setelah dapat informasi dari tiga tersangka, TNI AD dan Satpol PP kembali melakukan pencarian. “Pada Selasa (30/7) sekitar pukul 07.00 WIB, tim gabungan mengamankan satu orang lagi bernama Amiruddin,” ucap Alson.

Setelah keempat tersangka dikumpulkan, tim gabungan menggiring ke Polsek Tambelan. “Kita sampai di pelabuhan sekitar pukul 13.00 WIB. Proses pemeriksaan dibantu Satreskrim Polres Bintan,” terang Alson.

Pada kasus ini, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti di antaranya 1 unit pompong berkapasitas 5 GT tanpa dukumen dan tanda selar, 1 unit kompresor dan selang, 2 alat selam merk Ocean Divers, dan amonium nitrate 3 karung seberat 75 Kilogram.

Bahan merakit bom juga diamankan, seperti dua detonator rakitan yang telah dipasang sumbu, 1 GPS merk Furuno GP32, 1 unit Fish Finder merk Garmin 350c, 1 buah kayu untuk memasukkan detonator ke dalam botol, 2 jeriken pencampur bahan peledak, 3 unit HP Nokia, dan barang lainnya.

“Kita juga mengamankan satu ton ikan hasil tangkapan dengan bom rakitan,” ungkap Missyamsu Alson. (fahri/sumber: tribunnews.com/foto: tribun batam)

loading...