Angkasa Pura 2

Keselamatan Pelayaran Terus Digaungkan, Ternate jadi Perhatian

DermagaSelasa, 6 Agustus 2019
IMG-20190806-WA0055

TERNATE (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus menerus gaungkan peningkatan aspek keselamatan pelayaran dan kelaiklautan kapal di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan berkesinambungan adalah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan Pelayaran, termasuk di wilayah Ternate yang pelaksanaanya memasuki Periode IV Tahun Anggaran 2019.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, M Tauhid Soleman yang hadir membuka acara mengungkapkan, transportasi laut merupakan moda yang paling banyak digunakan masyarakat di wilayahnya untuk mobilitas sehari-hari.

“Keselamatan transportasi diprioritaskan dalam penyelenggaraan transportasi laut,” ujar Tauhid saat membuka Bimbingan Teknis Keselamatan Pelayaran Periode IV Tahun 2019, Selasa (6/8/2019).

Tauhid mengemukakan, dari Ternate ke wilayah lain seperti Tidore atau Sofifi tidak ada pilihan lain selain menggunakan moda transportasi laut. Tapi ada juga beberapa wilayah yang bisa dijangkau dengan transportasi udara.

“Oleh karenanya, keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan, termasuk memerhatikan tanda-tanda alam yang terjadi,” tegasnya.

Dalam beberapa hari ini kata Tauhid, di wilayah Maluku Utara ketinggian gelombang cukup tinggi sehingga peringatan cuaca yang disampaikan BMKG harus diperhatikan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, wilayah perairan Ternate termasuk daerah yang rawan karena beberapa kali pernah terjadi kecelakaan kapal hingga menelan korban jiwa.

Untuk itu, Tauhid minta agar semua operator pelayaran harus patuh dan tahu tentang aturan yang terkait keselamatan pelayaran.

Keselamatan pelayaran, kata Tauhid, bukan cuma tugas dari pemerintah pusat tapi juga bagian dari kepentingan daerah yang setiap saat harus didorong agar menjadi perhatian penting.

“Jadikan Bimtek ini sebagai sarana transfer pengetahuan tentang keselamatan pelayaran untuk dimplementasikan di wilayah Ternate dan sekitarnya, termasuk persoalan tentang mitigasi bencana di laut,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan yang diwakili Kasubdit Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan, Capt Jaja Suparman mengungkapkan, program Bimtek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, baik bagi regulator maupun operator pelayaran, di wilayah Maluku Utara terhadap berbagai aspek teknis dan regulasi di bidang kelaiklautan kapal.

“Hal ini dibutuhkan demi menunjang keselamatan pelayaran dan kelaiklautan kapal,” ujar Jaja.

Pihaknya berharap, melalui bimbingan teknis ini seluruh pihak terkait di Ternate dapat menerapkan aspek-aspek yang menunjang keselamatan pelayaran dan kelaiklautan kapal. Juga menjadi contoh dan teladan bagi pihak lain di seluruh Malut.

“Para awak kapal wajib memastikan peralatan keselamatan pelayaran berfungsi dengan baik. Jumlah peralatannya memadai serta muatan penumpang dan barang di kapal tidak melebihi kapasitas,” terangnya. (omy)

loading...