Angkasa Pura 2

Kesigapan Pertamina Atasi Tumpahan Minyak Diacungi Jempol

Dermaga EnergiSabtu, 10 Agustus 2019
images

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kesigapan dan kesungguhan PT Pertamina (persero) untuk mengatasi tumpahan minyak dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (PHE ONWJ) mendapat apresiasi dan acungan jempol sejumlah kalangan.

Hal ini diakui pengamat energi dari Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean. “Sepanjang yang kami ikuti perkembangan penanganan tumpahan minyak oleh Pertamina, kami harus acungi jempol terhadap kecepatan dan kesigapan Pertamina termasuk memberikan ganti rugi sosial terhadap masyarakat terdampak terutama nelayan,” kata Ferdinand, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, sejak peristiwa terjadi 12 Juli, Pertamina telah melakukan tindakan cepat dengan mengirimkan kapal dan oil boom untuk menangani tumpahan minyak.

“Kita berharap agar prnutupan sumur bisa segera dilakukan paling lama 2 buklan kedepan. Kita dukung Pertamina untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik,” ujar Ferdinand.

Kepada Kementerian LH, agar jangan mengedepankan kekuasaan untuk kemudian menambah beban bagi Pertamina dengan tuntutan ganti rugi segala macam. “Seharusnya KLHK mensuvervisi Pertamina untuk menyelamatkan lingkungan bukan malah berniat mengajukan ganti rugi yang akan jadi beban baru bagi Pertamina,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro mengemukakan, peristiwa tumpahan blok ONWJ merupakan kejadian teknis di kilang offshore yang direspon cepat oleh Pertamina. Menurutnya, Pertamina mampu mengkonsolidasi tim internal dan melibatkan nelayan untuk bergerak cepat bahu membahu mengevakuasi minyak tersebut.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro mengemukakan, peristiwa tumpahan blok ONWJ merupakan kejadian teknis di anjungan offshore yang direspon cepat oleh Pertamina (sebelumnya kilang).

“Pertamina juga memberikan kompensasi terhadap masyarakat terdampak dengan cepat. Disamping itu juga Pertamina melakukan recovery titik kebocoran. Langkah-langkah ini merupakan satu bentuk tanggungjawab corporate secara umum,” kata Gigih.

Yang jelas, lanjutnya, Pertamina ada upaya untuk mengatasi dan mencari jalan keluar agar kebocoran dan dampak meluasnya tumpahan minyak tersebut tidak menyebar ke wilayah lain. “Kita layak mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pertamina,” ujar Gigih.

Nelayan

Kesigapan Pertamina dalam mengatasi oil spill di Karawang juga mendapat apresiasi Rukun Nelayan (RN) setempat. Seperti dari RN Desa Sedari Kecamatan Cibuaya dan RN Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar, Karawang.

Ketua RN Desa Sedari, Emong Sunarya, misalnya, menilai positif kesigapan Pertamina dalam mengatasi limbah minyak. Pasalnya, sesaat setelah warga menginformasikan bahwa ceceran minyak sudah sampai ke pantai, Pertamina langsung memberdayakan warga nelayan untuk turut membantu mengambil oil spill dan memasukkan ke dalam karung.

“Kalau disebut bagus, ya bagus. Mereka sangat peduli. Saya sendiri yang menginformasikan kepada Pertamina Jumat sekitar pukul sebelas malam. Mereka langsung tanggap dan meminta nelayan membantu. Dan sambil menyelesaikan lengkapnya peralatan, pekerjaan dimulai sekitar pukul tujuh pagi,” kata Emong, seperti dilansir JPNN.

Pertamina juga melibatkan seratus persen nelayan Desa Sedari. Dari 120 nelayan di desa tersebut, seluruhnya turun untuk mengatasi oil spill. “Semua peralatan dari Pertamina. Mulai sekop, centong, plastik, karung, dan bahkan masker. Nelayan hanya tenaganya saja,” jelas Emong,

Pertamina juga memberi upah kepada para nelayan. Menutur Emong komunikasi dengan Pertamina memang lancar sejak dulu. Hubungan baik tersebut terjalin jauh hari, sebelum insiden sumur YYA-1.

Sebelumnya, Pertamina menggunakan 4.700 meter static oil boom untuk mengatasi tumpahan minyak dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (PHE ONWJ).

“Sekarang terdapat 4.700 meter static oil boom untuk menghadang oil spill dari sumber utama,” kata Incident Commander PHE ONWJ, Taufik Adityawarman di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Selain itu, katanya seperti dilansir Antara, masih terdapat 600 meter movable oil boom untuk mengadang tumpahan minyak yang lepas dari sumber utama.

Pihaknya juga menggunakan empat oil skimmer untuk mengangkat dan menyedot tumpahan minyak. Oil skimmer adalah alat untuk memisahkan minyak dari permukaan cair, dan biasa digunakan untuk menyaring minyak.

Untuk mendukung kerja pembersihan minyak di laut, Pertamina menggunakan 44 kapal untuk combat oil spill, penampungan sementara minyak, serta pemadam kebakaran yang siap siaga.

Di garis pantai, Pertamina memasang 2.520 meter jaring untuk menyaring minyak serta 3.000 meter oil boom yang diletakkan di muara sungai.

Pembersihan pesisir pantai dilakukan oleh tim penanganan bersama dengan masyarakat daerah yang terdampak.

Sampai 7 Agustus pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 3.965,71 barel telah diangkat dari lepas pantai. Sedangkan dari pantai sebanyak 1.047.386 karung telah diangkat, rata-rata berat per karung adalah 4,6 kilogram. Total tonase yang telah diangkat dari darat adalah lima ton. Sedangkan estimasi tumpahan minyak per karung maksimal sepuluh persen.

(awe/foto: kompas.com).

loading...