Angkasa Pura 2

Tumpahan Minyak Cemari Perairan Kepulauan Seribu, Walhi Desak Pertamina Segera Bersihkan

limbah_pertamina_nt

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta mendesak PT Pertamina (Persero) segera membersihkan limbah minyak atau pek akibat kebocoran yang telah mencemari lima pulau di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Mereka meminta perusahaan pelat merah itu bertanggung jawab atas pencemaran perairan, yang mengancam ekosistem laut tersebut.

“Pertamina harus cepat menangani persebaran oil spill (tumpahan minyak) agar tidak meluas,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi, saat di hubungi iNews.id di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Dia menuturkan, untuk memastikan PT Pertamina secara cepat melakukan pembersihan terhadap limbah minyak itu, dia menekankan agar Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun melakukan pemantauan secara langsung. “Harus segera melakukan pemantauan di lapangan,” ucapnya.

Jika tumpahan minyak tidak segera dibersihkan, kata Soleh, itu akan berdampak luas terhadap ekosistem yang ada di wilayah Perairan Jakarta dan sekitarnya, termasuk pulau-pulau kecil. Peristiwa yang sama akan terjadi seperti pencemaran oil spill di Balikpapan Kalimantan Barat.

“Berdampak pada populasi ikan seperti kematian massal, terutama pada budidaya ikan. Ganggunan tingkah laku ikan dalam mencari makan, migrasi ikan,” tuturnya. Selain berdampak pada kehidupan ikan, polusi itu juga berdampak pada kerentanan terhadap ekosistem hutan mangrove.

Sebelumnya diberitakan tumpahan minyak mentah PT Pertamina di perairan utara Karawang, Jawa Barat, meluas hingga Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Ceceran minyak mentah sampai ke pesisir Jakarta sekira sejak, 25 Juli 2019.

Dinas Lingkungan Hidup DKI bersama Bupati Kepulauan Seribu Husen Murad, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, lurah Untung Jawa, serta unsur Pertamina Hulu Energi (PHE), langsung mengecek lapangan.

Mereka memantau ceceran minyak ke beberapa pulau, seperti ke Pulau Untung Jawa, Ayer, Bidadari, Kelor, Onrust, dan Rambut.

“Terdapat ceceran pek (lembah minyak) yang diduga dari kebocoran pipa minyak Pertamina ajungan lepas pantai Karawang. Ceceran ditemukan di lokasi bibir pantai Pulau Untung Jawa, Ayer, Bidadari, dan Kelor,” kata Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Sengketa Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Rusliyanto saat dihubungi, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.

Rusliyanto mengaku telah memerintahkan pasukan oranye dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu dan kelurahan setempat untuk membersihkan tumpahan pek. Hingga saat ini, jumlah pek yang berhasil dibersihkan di Pulau Untung Jawa dan Pulau Rambut sebanyak 1.000 karung dengan kapasitas 50 kilogram.

Tumpukan pek itu dikumpulkan di Pulau Untung Jawa sebelum dibawa oleh Pertamina. Dari 1.000, baru 475 karung yang dimusnahkan PT Pertamina.

Rusliyanto mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan PHE terkait penanganan tumpahan minyak tersebut. Untuk memastikan limbah pek yang masuk ke wilayah Kepulauan Seribu, KLHK dan Pertamina akan mengambil sampel.

Kebocoran minyak dan gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Minyak dan Gas Offshore North West Java (ONWJ) PT Pertamina yang terletak sekitar dua kilometer dari Pantai Utara Jawa, Karawang, terjadi pada Kamis (18/7/2019) tiga pekan lalu. Limbah minyak mentah itu telah mengotori sejumlah pantai di Karawang hingga Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Beberapa pantai di Karawang yang terdampak di antaranya Pantai Tanjungpakis, Pantai Sedari, Pantai Pisangan, Samudera Baru, dan Pantai Pelangi.

(jsamine/sumber: inews.id/foto utama: antaranews.com).

loading...