Angkasa Pura 2

Menhub Apresiasi Pengembangan Hanggar MRO di Batam

Bandara KokpitRabu, 14 Agustus 2019
IMG-20190814-WA0059

IMG-20190814-WA0060

BATAM (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi apresiasi pengembangan hanggar Maintenance, Repair, dan overhaul (MRO) di Batam.

Ya, hari ini (14/8/2019) Lion Air Group melalui anak usahanya PT Batam Aero Technic (BAT) membangun hanggar MRO fase tiga.

“Diharapkan pengembangan ini dapat mendorong efisiensi di sektor penerbangan nasional,” ujar Menhub saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan

“Keberadaan MRO di Indonesia memiliki pengaruh terhadap besaran biaya operasional yang harus ditanggung operator penerbangan. Cost terbesar dalam industri penerbangan yang terbesar meliputi biaya avtur, leasing atau sewa pesawat, dan juga MRO,” ungkapnya.

Selain menyaksikan groundbreaking, Menhub juga menyaksikan kesepakatan kerjasama Joint Business Agreement terkait pemanfaatan hanggar MRO antara BAT dengan Garuda Maintanace Facilities (GMF).

Menhub mengatakan, dengan kolaborasi Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group di bidang bisnis MRO ini, perbaikan atau perawatan pesawat bisa dilakukan di dalam negeri.

“Kolaborasi antara BAT (Lion Air Group) dan GMF (Garuda Indonesia Grup) seperti ini dapat juga menghemat devisa negara karena tidak perlu keluar (melakukan perawatan pesawat) ke negara lain,” lanjut Menhub.

Dia mengatakan, sektor perawatan pesawat udara atau MRO, aspek penting dalam penyediaan jasa layanan transportasi udara yang selamat, aman, dan dapat diandalkan.

“Sebagai sebuah industri yang sangat highly regulated dan menggunakan wahana yang sarat dengan teknologi tercanggih, fasilitas MRO yang lengkap harus didukung sarana yang komprehensif, personel yang andal, dan prosedur baku yang menyeluruh. Hal tersebut adalah sebuah keniscayaan yang diperlukan oleh setiap operator penerbangan,” kata Menhub.

Menhub meminta agar pengembangan bisnis MRO di dalam negeri ini dapat dilaksanakan dengan semestinya sesuai prosedur yang ditentukan oleh petunjuk perawatan, menggunakan peralatan yang sesuai, dan dilakukan oleh personil yang kompeten.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Menko terkait masa kontrak lokasi MRO disini bisa sampai 50 tahun dan menjamin kepastian bagi investor di Batam,” katanya. (omy)

loading...