Angkasa Pura 2

Bioavtur untuk Pesawat? Riset dan Uji Dulu

KokpitKamis, 15 Agustus 2019
715201910403

BEKASI (BeritaTrans.com) – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan green avtur, atau avtur yang berasal dari CPO sudah dapat digunakan pada 2 hingga 2,5 tahun lagi atau sekitar tahun 2021.

“Kalau avtur bisa segera, 2 sampai 2,5 tahun dari sekarang sudah bisa,” kata Menteri usai menghadiri peresmian MRO Lion Air di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Ia mengatakan, dengan menggunakan avtur, maka dapat menghemat biaya industri penerbangan hingga miliaran rupiah.

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memyambut positif rencana penggunaan bioavtur untuk pesawat tersebut.

“Harus dipersiapkan dari sekarang segala sesuatunya meskipun sudah terlalu mepet,” tuturnya kepada BeritaTrana.com dan Aksi.id, Kamis (15/8/2019).

Persiapan dimaksud,dia mengemukakan antara lain menyangkut sertifikasi pesawat. ” Di industri penerbangan tidak seperti di industri automotive atau marine. Jika engine dan pesawat belum dapat sertifikasi utk masing masing tipe, tidak mungkin airline berani mengisi bioavtur” ujarnya.

Soerjanto menegaskan rencana penggunaan bioavtur ke pesaqat merupakan pekerjaan besar dalam persiapanya dan butuh dana yang juga cukup besar. “Saya yakin ini bisa asalkan serius dan sangat memahami proses sertifikasi dan testingnya,” ucapnya.

Secara terpisah, pengamat kebijakan publik dan konsumen, Agus Pambagio, mengemukakan International Civil Aviation Organization (ICAO) mengizinkan penggunaan bioavtur 5 persen.

“Persoalannya kita belum memiliki bioavtur yang diizinkan ICAO. Kita baru punya B20 untuk kapal dan kendaraan berbasis jalan raya. Ada dua pilihannya yakni impor atau riset. Sebaiknya riset walaupun membutuhkan waktu lama,” ujarnya.

Selain itu, dia mengingatkan harus ada uji valid sesuai regulasi. “Yang terpenting juga harus ada sertifikasi dari ICAO,” cetusnya.

Karena itu, Agus Pambagio mengingatkan wacana itu mesti diproses implementasinya dari sekarang. “Dan hati-hati apa yang harus dilakukan. Bioavtur bisa membeku di udara, nah kalau pesawatnya mogok, siapa yang bertanggungjawab?”

Pihak airlines sendiri setidaknya Lion Air melalui pendirinya Rusdy Kirana menyambut baik upaya pemerintah mengelola CPO menjadi avtur.

“Menteri sudah bahas CPO bisa diubah jadi avtur sehingga mengubah devisa dari negatif menjadi positif,” kata dia

(awe).

loading...