Angkasa Pura 2

PPD Segera Uji Coba Penuh Bus Listrik MAB

Emplasemen KoridorKamis, 15 Agustus 2019
IMG-20190706-WA0002-553x400

BEKASI (BeritaTrans.com) – Manajemen Perum PPD akan menguji coba penuh bus listrik buatan Mobil Anak Bangsa (MAB).

Direktur Utama Perum PPD, Putu Pande Yasa, kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Kamis (15/8/2019), menjelaskan uji coba penuh itu berupa pengoperasian seharian bus dengan mencatat dan menganalisa data saat pengoperasian.

Data dimaksud, dia menuturkan antara lain mengukur kekuatan pakai baterai, jarak dan waktu tempuh, serta berbagai faktor tantangan.

“Kami bersama Kepala Badan Pengelola Transpoetasi Jabodetabek (BPTJ) Bapak Bambang Prihartono telah kembali menemui Kepala Staf Kepresidenan Bapak Jenderal (Purn) Moeldoko untuk membahas uji coba penuh tersebut,” ujar Putu.

IMG-20190706-WA0007

Sebelumnya Perum PPD uji coba bus listrik pada 18 Juli 2019. Uji coba dari Sumarecon BSD ke Lebak Bulus, Sumarecon ke Bandara Soekarno-Hatta, Sumarecon ke Fx Sudirman dan Sumarecon-Blok M.

Putu menuturkan PPD akan mengadakan 500 bus listrik MAB dan akan dioperasikan di seluruh jalur busway, yang dikelola PT Transjakarta, dan bus segmen pelayanan Bandara Soekaeno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.


Utamakan angkutan umum

Sebelumnya Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengatakan peraturan presiden (perpres) tentang mobil listrik perlu mengutamakan elektrifikasi pada angkutan umum terlebih dahulu.

“Perlu dilakukan pertama kali itu adalah elektrifikasi angkutan umum dan belum ada kebijakan untuk elektrifikasi angkutan umum tersebut. Ini sebetulnya yang perlu diprioritaskan terlebih dahulu, seperti elektrifikasi untuk bus Transjakarta,” ujar Direktur ITDP Indonesia Faela Sufa ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan prioritas tersebut penting untuk memudahkan angkutan umum bisa pindah menjadi kendaraan transportasi publik berbasis tenaga listrik.

Pentingnya memprioritaskan elektrifikasi angkutan umum agar saat Indonesia mengimpor kendaraan angkutan umum seperti bus listrik dari China, maka dengan adanya prioritas itu diharapkan harga bus listrik impor bisa lebih murah, selain fasilitas stasiun pengisian daya listriknya juga bisa diprioritaskan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan dirinya telah menandatangani perpres mobil listrik pada Senin (5/8/2019).

Pemerintah berupaya mempercepat pengembangan produksi mobil listrik di dalam negeri, dengan harapan para pelaku industri otomotif di Indonesia merancang dan membangun pengembangan mobil listrik.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan mengenai mobil listrik berkaitan erat dengan pengembangan ekosistem yang terkait dua hal.

Salah satunya percepatan pembagian tugas-tugas bagi kementerian, antara lain dalam hal penyediaan infrastruktur, pengaturan riset dan pengembangan.

Airlangga menuturkan, dalam perpres terkait mobil listrik diatur juga tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang harus mencapai 35 persen pada 2023.

Guna mendorong pengembangan industri mobil listrik Tanah Air, pada tahap awal, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada para pelaku industri otomotif untuk mengimpor dalam bentuk completely built unit (CBU).

(awe).

loading...