Angkasa Pura 2

OBU VI Padang Rayakan Kemerdekaan Sembari Bagikan Coklat ke Penumpang

Bandara KokpitSabtu, 17 Agustus 2019
IMG-20190817-WA0043

IMG-20190817-WA0042

PADANG (BeritaTrans.com) – Otoritas Bandar Udara (OBU) VI Padang rayakan Kemerdekaan sembari bagikan coklat dan bunga ke penumpang di Bandara Internasional Minangkabau Padang, Sumatera Barat.

Terlihat puluhan pria dan wanita berpakaian adat, tidak hanya dari Sumbar, juga dari berbagai wilayah Indonesia yang berbaur dengan para penumpang dan pengunjung bandara.

Sembari bagikan coklat, para personel OBU VI dan bandara juga melakukan aksi simpatik dan berbincang santai terkait keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami berinteraksi santai mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan dengan para penumpang dan pengunjung bandara,” jelas Kepala OBU VI Agoes Soebagio di Padang, Sabtu (17/8/2019).

Dalam dunia penerbangan, keselamatan dan keamanan merupakan dua hal utama yang tidak boleh ditinggalkan. Menjaganya adalah tugas bersama regulator, operator, dan masyarakat dan harus dilaksanakan secara terus-menerus.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B  Pramesti mengemukakan, jika untuk negara ini ada jargon NKRI harga mati, maka di dunia penerbangan juga ada jargon keselamatan dan keamanan harga mati.

“Karena keselamatan dan keamanan penerbangan itu taruhannya nyawa. Dengan demikian harus dijaga dan ditingkatkan secara kontinyu oleh kita bersama,” ujar Polana.

Untuknya dia apresiasi apa yang dilaksanakan OBU VI, mengingat sosialisasi keselamatan dan keamanan penerbangan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Agar bisa lebih menarik perhatian, masyarakat sehingga bisa tepat sasaran,  sosialisasi harus dilakukan dengan kreatif seperti dengan aksi-aksi simpatik.

“Melakukan sosialisasi dengan aksi simpatik mengenakan pakaian adat dan membagikan kembang serta coklat pada saat menjelang peringatan HUT RI adalah sesuatu yang kreatif dan menarik. Saya salut dengan itu,” katanya.

Sebagai bandara internasional, penumpang di Bandara BIM tidak hanya penumpang domestik namun juga dari mancanegara. Pakaian adat ini sekaligus juga bisa mengenalkan Indonesia pada penumpang dari luar negeri tersebut.

“Pakaian adat ini tentu menarik, sehingga masyarakat penumpang dan pengunjung bandara jadi merasa dekat dan akrab dengan kami. Dan kami bisa melakukan sosialisasi dengan berbincang dan berinteraksi lebih rileks serta tepat sasaran. Selain itu juga mengingatkan pada masyarakat bahwa kita ini bangsa yang plural namun bersatu atau Bhineka Tunggal Ika,” tutur Agoes. (omy)

loading...