Angkasa Pura 2

Rilis Boeing 777X Ditunda

KokpitSenin, 19 Agustus 2019
boeing 777x

SAN FRANCISCO (BeritaTrans.com) – Pabrik pesawat asal Amerika Serikat, Boeing Co, telah menunda perilisan jet 777X widebody, dampak terbaru dari krisis yang sedang berlangsung seputar jet 737 MAX.

Penundaan baru terjadi ketika pengandangan Boeing 737 MAX memasuki enam bulan pada Agustus, dan ketika pembuat pesawat terbesar dunia menghadapi penundaan mesin pada 777X widebody, memundurkan jadwal penerbangan pertama 777-9 menjadi ke 2020.

Penundaan 777-8 yang lebih panjang akan menghambat kemampuan Boeing untuk menyediakan pesawat yang sesuai dengan jadwal untuk Qantas Airways Ltd, rencana untuk penerbangan Sydney-London non-stop selama 21 jam. Maskapai penerbangan Australia berharap untuk pengiriman pertama pesawat pada tahun 2022 dan peluncuran penerbangan komersial terpanjang di dunia pada tahun 2023.

“Kami meninjau jadwal program pengembangan kami dan kebutuhan pelanggan 777X kami saat ini dan memutuskan untuk menyesuaikan jadwal,” kata juru bicara Boeing Paul Bergman, Rabu (14/8). Dia menambahkan bahwa pabrikan AS itu tetap berkomitmen untuk 777-8.

Situs web Air Current pertama kali melaporkan penundaan tersebut. Web tersebut mengatakan model 777-8 dengan 350 kursi bahwa penerbangan jarak jauh pertamanya telah dijadwalkan untuk memasuki layanan pada tahun 2022 setelah kedatangan 777-9 pada tahun 2020.

Keputusan itu secara efektif berarti para insinyur Boeing telah membekukan pekerjaan pengembangan pada versi ultra-long-range dari 777X. Penundaan jadwal dapat membahayakan persaingan dengan saingan berat Eropa, Airbus SE untuk pasar perjalanan jarak jauh.

Airbus, yang menawarkan versi jarak jauh A350-1000-nya, dan Boeing telah mengajukan penawaran terbaik dan final mereka ke Qantas untuk pesawat yang mampu menempuh rute Sydney-London 17.000 km, kata juru bicara Qantas. “Kami masih berharap untuk membuat keputusan pada akhir tahun kalender ini,” kata jubir Qantas.

Usulan Boeing termasuk “opsi menarik” untuk membantu menangani penundaan 777-8 karena sangat tertarik untuk tetap dalam persaingan. Juru bicara Airbus mengatakan rincian pembicaraannya dengan Qantas tetap rahasia tetapi A350 adalah “solusi sempurna” untuk memenuhi kebutuhan maskapai tersebut.

Rugi Rp41,9 triliun

Sebelumnya Boeing Co melaporkan kerugian hampir 3 miliar dollar AS atau setara sekira Rp41,9 triliun (kurs Rp 13.993 per dollar AS) pada kuartal II 2019. Dikutip dari Reuters, Kamis (25/7/2019), salah satu penyebab kerugian Boeing adalah masih berlanjutnya pelarangan terbang terhadap pesawat jenis 737 MAX.

Boeing pun harus membayar kerugian sebesar 5 miliar dollar AS. Pun saham Boeing menukik tajam pada perdagangan di bursa AS. Pihak Boeing juga menyatakan bakal merilis outlook bisnis baru untuk tahun 2019. Pada April 2019, outlook bisnis Boeing ditahan rilisnya lantaran tak mencerminkan pembayaran denda teranyar tersebut.

Boeing menyatakan kerugian bersih sepanjang periode kuartal II 2019 mencapai 2,94 miliar dollar AS. Angka ini setara sekira Rp 41,1 triliun. Capaian tersebut pun merosot jauh dibandingkan laba bersih yang dicatat Boeing pada periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal II 2018, Boeing mencatat laba sebesar 2,2 miliar dollar AS. Bisnis pesaing utama Airbus tersebut menukik akibat insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8. Insiden tersebut terjadi pada maskapai Lion Air dan Ethiopian Air yang hanya berselang kurang dari 6 bulan.

CEO Boeing Dennis Muilenberg menyatakan dirinya yakin pesawat seri MAX dapat kembali terbang pada Oktober 2019 mendatang. Namun, kata dia, Boeing juga harus memperlambat atau menghentikan produksi pesawat seri 737 MAX. Boeing pun mengumumkan keterlambatan program produksi pesawat berbadan lebar (widebody) 777X. Ini lantaran permasalahan pada mesin General Electric, yang menyebabkan penerbangan perdana pesawat tersebut ditunda sampai tahun 2020.

(omy/ROL).

loading...