Angkasa Pura 2

Begini Memprihatinkannya Pelabuhan Ferry Mintin dan Anjir Sampit

DermagaSelasa, 20 Agustus 2019
083332-pelabuhan_mintin

PULANG PISAU (BeritaTrans.com) – Kondisi pelabuhan feri Mintin dan Anjir Sampit Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten P:ulang Pisau, Kalimantan Tengah, semakin memprihatinkan.

Pelabuhan dengan konstruksi kayu itu hingga saat ini belum ada tanda-tanda diperbaiki. Padahal pelabuhan feri tersebut merupakan feri paling ramai. Hal ini terlihat banyaknya mobil yang setiap hari melalui pelabuhan itu.

“Lantainya banyak berlubang dan membahayakan,” kata Asih salah satu pengguna jasa penyeberangan di wilayah tersebut.

Padahal, lanjut dia, pengguna feri tersebut membayar mahal untuk menyeberang. “Untuk mobil sekali jalan Rp50 ribu. Tetapi fasilitas yang disediakan tidak sesuai. Semestinya kalau masyarakat sudah membayar, fasilitasnya juga harus diperhatikan. Jangan kalau sudah terjadi apa-apa baru rebut,” keluhnya.

Anjir Sampit 1

Dia juga mengaku tidak tahu persis penanganan pelabuhan itu kewenangan siapa. “Apakah itu kewenangan pemerintah atau pengelola feri. Tetapi terlepas dari itu, yang diperlukan masyarakat adalah fasilitas yang memadai. Pasalnya masyarakat sudah membayar dan itu pastinya sebagian juga masuk untuk pendapatan daerah,” tegasnya.

Semestinya, lanjut dia, instansi terkait harus sering melakukan monitoring terkait kelayakan pelabuhan. “Kalau tidak layak segera lakukan koordinasi untuk penanganan. Jangan terlambat dan menunggu hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

(fahri/sumber dan foto: kaltengpos.co)

loading...