Angkasa Pura 2

Calon Ibu Kota Baru, Samboja Kaltim Tersambung Tol Tahun Ini

Galeri KoridorRabu, 21 Agustus 2019
Tol Balikpapan-Samarinda. (st)

JAKARTA (BeritaTrans. com) – Jalan Tol Balikpapan-Samarinda bakal melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, salah satu calon terkuat lokasi ibu kota negara baru.

Wilayah Samboja sangat dekat dengan Selat Makassar, lokasi paling tengah wilayah Indonesia. Wilayah Sulawesi Barat juga dekat, tapi tak masuk kriteria karena Presiden Jokowi menyebut lokasi Kalimantan sebagai lokasi ibu kota baru, bukan Sulawesi.

PT Jasa Marga (Persero) bahkan sudah menyiapkan ada gerbang tol (GT) sebagai akses keluar masuk di Samboja.

PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) sudah merancang, secara keseluruhan tol sepanjang 99,3 Km ini dilengkapi 3 GT. Pertama, yakni GT Manggar dengan Ramp On/ Ramp Off yang berada di Jl. Mulawarman.

Kedua, GT Karang Joang dengan Ramp On/ Ramp Off yang berada di Jl. Soekarno-Hatta KM 13. Ketiga, GT Samboja dengan Ramp On/ Ramp Off yang berada di Jl. Soekarno-Hatta Km 38. Keempat, GT Palaran dengan Ramp On/Ramp Off yang berada di Jl. Soekarno-Hatta km 4 (Samarinda).

Direktur Utama PT JBS S.T.H Saragi, menjelaskan bahwa sejak awal Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Tol pertama di Kalimantan ini terdiri dari ruas Viability Gap Fund (VGF) yaitu Seksi 1 dan 5 sepanjang 33,1 Km dan ruas investasi (Seksi 2, 3, dan 4) sepanjang 66,2 Km.

Secara rinci, Seksi 1 mulai dari Km 13 hingga Samboja sepanjang 22 Km. Seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa sepanjang 30,9 Km. Seksi 3 dari Muara Jawa hingga Palaran sepanjang 17,3 Km. Seksi 4 dari Palaran hingga Jembatan Mahkota II sepanjang 17,5 Km. Seksi 5 dari Km 13 hingga Bandara Sepinggan sepanjang 11,5 Km.

Hingga akhir Agustus 2019, progres konstruksi jalan tol telah mencapai 96,8% dengan pembebasan lahan yang telah mencapai progres hingga 99,33%. Persiapan operasional pun sudah dilakukan menyongsong target beroperasi tahun ini.

“Kami juga bersama pihak perbankan yang didukung oleh Bank Indonesia memastikan kesiapan uang elektronik sebagai alat transaksi di jalan tol, termasuk mengedukasi masyarakat, khususnya Provinsi Kalimantan Timur, untuk mulai menggunakan uang elektronik sebagai sarana pembayaran non tunai,” kata Saragi. (ds/sumber CNBC)

loading...