Angkasa Pura 2

SDM Kontraktor dan Konsultan Perkeretaapian Peroleh Pembinaaan Keselamatan

EmplasemenRabu, 21 Agustus 2019
IMG-20190821-WA0001

MEDAN (BeritaTrans.com) – Sumber Daya Manusia (SDM) kontraktor dan konsultan peroleh pembinaan untuk pemahaman keselamatan dalam pembangunan prasarana.

Peserta dalam kegiatan ini adalah para stake holder dan mitra kerja yang terlibat dalam kegiatan pembangunan prasarana perkeretaapian dengan nara sumber dari para ahli di bidangnya.

“Pertumbuhan pengguna kereta api (KA)setiap tahun yang cukup tinggi, membuat faktor keselamatan menjadi kebutuhan utama,” jelas Direktur Keselamatan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zamrides dalam ketangan resmi, Rabu (21/8/2019).

Keselamatan itu ditegaskannya, tidak hanya saat KA dioperasikan, namun sudah sejak awal pembangunan prasarana perkeretaapian.

Oleh karena itu di dalam penyelenggaraan perkeretaapian yang sistematis dan selamat, maka tugas kewenangan dan peran pemerintah dalam penjaminan keamanan keselamatan kerja, harus terdistribusi dan dilaksanakan oleh setiap stakeholder bidang perkeretaapian.

“Menurut catatan Badan Pusat Statistik di tahun 2018, jumlah penumpang melonjak dari 145 juta orang menjadi 422 juta penumpang, atau setara kenaikan 52 persen,” tutur dia.

Faktor keselamatan dalam penyelenggaraan jasa transportasi perkeretaapian merupakan kebutuhan masyarakat. Kebutuhan itu menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah, yang dituntut untuk selalu melaksanakan pengawasan dan monitoring keselamatan dan keamanan kerja.

Lebih lanjut Zamrides mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pembinaan keselamatan SDM kontraktor dan konsultan perkeretaapian secara berkesinambungan terkait keselamatan, kesehatan dan keamanan kerja.

“Pembinaan Keselamatan Terhadap Kontraktor Dan Konsultan di Bidang Perkeretaapian ini sesuai dengan amanah Undang-Undang No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian yang menyatakan bahwa prasarana dan sarana perkeretaapian yang dioperasikan wajib mempunyai keandalan dan memenuhi persyaratan keselamatan,” urainya.

Selain itu KA juga merupakan salah satu moda transportasi dalam sistem transportasi nasional yang mempunyai karakteristik angkutan massal dengan keunggulan tersendiri serta pola operasi yang unik dan khas.

Namun, ketika pertumbuhan angkutan penumpang dan barang kian pesat berkembang, KA justru rentan terhadap kecelakaan yang seringkali terjadi pada lokasi yang sama.

Dalam penyelenggaraan perkeretaapian saat ini, masih terdapat beberapa kendala terutama yang menyangkut bidang keselamatan perkeretaapian. Dalam rangka untuk peningkatan keselamatan dalam penyelenggaraan perkeretaapian, maka perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan baik dari segi Prasarana, Sarana, Lalu Lintas, dan sumber daya manusia di bidang perkeretaapian. (omy)