Angkasa Pura 2

3 Kapal Perampok Ikan dengan 12 Kru Asal Filipina Ditangkap di Perairan Sulawesi

Dermaga Kelautan & PerikananKamis, 22 Agustus 2019
2891125181

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tiga kapal perampok ikan asal Filipina ditangkap di perairan Sulawesi. Sebanyak 12 kru asal negara itu ikut ditahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman mengungkapkan, ketiga kapal penangkap ikan secara ilegal (illegal fishing) itu ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 014 yang dinakhodai Kapten Ismail.

“Ketiga kapal tersebut, yaitu BN/Bca. NICOLE, N/Bca. ICE BRAICIL, dan N/Bca. AIRA,” kata Agus Suherman dalam keterangan pers, Kamis (22/8/2019).

Agus menjelaskan, penangkapan dilakukan karena ketiga kapal tersebut tidak memiliki dokumen perizinan dari Pemerintah Indonesia. Dari hasil penangkapan, diamankan 12 orang awak kapal berkewarganegaraan Filipina.

Selanjutnya, kata Agus, 3 kapal beserta awaknya akan diamankan di Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara.

“Ketiga kapal tersebut beserta seluruh awaknya ditarik menuju Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara dan diperkirakan tiba pada Kamis (22/8/19) sore hari, dan akan dilakukan proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” ungkap Agus.

kapal-kapal tersebut diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Hasil penangkapan ini menambah deretan kapal perikanan ilegal yang telah berhasil ditangkap KKP selama 2019.

Sejak Januari-Agustus 2019, KKP telah berhasil menangkap 48 KIA, terdiri dari 18 kapal berbendera Vietnam, 18 kapal berbendera Malaysia, 11 kapal berbendera Philipina, dan 1 berbendera Panama.

Penenggelaman bikin kapal illegal fishing kocar-kacir

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing yang dilakukan 5 tahun terakhir bukanlah hal yang sia-sia.

kapal-nelayan-asing-yang-ditangkap-dalam-kasus-ilegal-fishing-_141126125340-700

Menteri nyentrik asal Pangandaran, Jawa Barat itu mengtakan, kebijakan penenggelaman kapal membuat banyak kapal pelaku pencurian ikan (illegal fishing) asing lari dari laut Indonesia.

“Setelah kapal Illegal fishing kita tenggelamkan, lebih dari 10.000 kapal asing Ilegal keluar dari Indonesia,” ujarnya saat bicara dalam acara Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Mendengar kata-kata Susi itu, Istora bergemuruh. Para peserta yang mayoritas anak-anak muda bertepuk tangan untuk mengapresiasi kebijakan tersebut.

Susi mengatakan, tanpa kebijakan berani menenggelamkan kapal pelaku Illegal fishing itu, Indonesia tidak akan bisa mengusir lebih dari 10.000 kapal Illegal fishing itu.

Pasca kebijakan itu ucap Susi, ikan-ikan di laut Indonesia melimpah. Sebab banyak para pelaku Illegal fishing yang tidak lagi berani menangkap ikan di laut Indonesia.

Hal ini ungkapnya merupakan berkah untuk para nelayan Indonesia. Dengan pasokan ikan yang melimpah, nelayan pun bisa makin banyak dapat tangkapan ikan.

Susi memahami kebijakan penenggelaman kapal itu banyak juga menuai dikritik.

Namun ia memastikan, kebijakan itu perlu diambil karena sudah lama para pelaku Illegal fishing mencuri ikan dari laut Indonesia.

“Kalau mau ngusir 10.000 kapal ilegal tanpa kebijakan itu ya enggak bisa,” ucapnya.

(fif/sumber dan foto: kompas.com).

loading...