Angkasa Pura 2

22 Penumpang KM Santika Nusantara Belum Ditemukan

DermagaSabtu, 24 Agustus 2019
images (2)

7242019796

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Paling tidak tiga orang meninggal, dan 22 orang masih dicari dari kapal yang terbakar dengan 277 penumpang dan awak di perairan Laut Utara Pulau Masalembo, Jawa Timur.

Kapal Santika Nusantara dengan rute Surabaya ke Balikpapan terbakar pada Kamis malam (22/08) dan penyebab kecelakaan masih belum diketahui.

kapal

Petugas SAR Surabaya, Fadli Wasis mengatakan paling tidak tiga orang meninggal, dari sekitar 50 yang diselamatkan oleh kapal nelayan.

Sementara itu juru bicara pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Syachrul Nugroho mengatakan paling tidak 22 orang masih hilang dan “tidak diketahui apakah mereka masih berada di kapal yang terbakar itu.”

_108473150_antarafoto-pelaporan-keluarga-korban-kapal-terbakar-230819-ds-1
Warga melapor di Posko Terpadu Penanganan Korban KM Santika Nusantara di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019). Foto: antaranews.com

“Ada 277 orang di kapal dan sejauh ini 255 orang telah diselamatkan,” kata Syachrul seperti dikutip kantor berita AFP.

Syachrul mengatakan saat kebakaran terjadi, listrik kapal mati sehingga mesin pompa air juga tak bisa berfungsi.

“Awak tak bisa mematikan kebakaran karena pompa air tak berfungsi, jadi penumpang mulai menyelamatkan diri,” tambahnya.

55 Penumpang tiba di Tanjung Perak

km-santika-nusantara-terbakar-tujuan-surabaya-balikpapan-kepulauan-masalembu-sumenep
Warga menolong korban terbakarnya KM Santika Nusantara tujuan Surabaya – Balikpapan di perairan Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 20.45 WIB.

Sementara itu, puluhan penumpang kapal motor (KM) Santika Nusantara yang berhasil dievakuasi tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, 23 Agustus 2019 pukul 19.30 wib.

Kedatangan 55 penumpang kapal itu disambut isak tangis keluarga. Mereka bagian dari ratusan penumpang kapal yang terbakar di perairan Kepulauan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur.

Mereka diangkut ke Surabaya menggunakan KM Dharma Fery 7. Mendengar penumpang yang selamat datang, keluarga korban yang sudah menunggu sejak pagi itu langsung bergegas melihat di balik kaca pintu kedatangan.

Suasana haru menyelimuti seisi ruang tunggu pelabuhan.

Mereka terlihat berpelukan sambil menangis kemudian saling menenangkan.

Sementara itu, suasana tak kalah haru dari para keluarga korban yang sudah menunggu tetapi nama dari kelurganya itu tidak tercantum di daftar manifes 55 penumpang.

Seperti yang dialami oleh Muspa, warga Surabaya. Dia hanya bisa melihat keluarga korban lainnya bisa bertemu anggota keluarganya yang berhasil selamat.

Dia ingin merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban lainnya, yakni bertemu keluarga. Dua anggota keluarganya masih belum ditemukan keberadaannya.

“Kakak dan keponakan saya masih belum terlihat. Handphonenya saat dihubungi sudah tidak aktif,” ujarnya.

Jari telunjuknya berulang kali meneliti data manifes namun nama kakaknya Hadi Maspandi (45) dan keponakannya Alvian Hadi (18) benar-benar tidak ada.

Dia berharap mereka saat ini sedang dalam perjalanan kapal kedua yang diperkirakan tiba pada Sabtu (24/8/2019) pukul 02.00 wib.

“Mudah-mudahan ikut kapal yang selanjutnya,” harapnya.

Kakak dan keponakannya pergi ke Kalimantan untuk mengantar barang. Mereka bekerja sebagai sopir dan kernet dump truk.

(kor/sumber: BBC dan tribunnews.com/foto: teibunnews.com).

loading...