Angkasa Pura 2

Indonesia Berbagi Informasi Perkembangan Proyek Transportasi Laut di Sidang AMTWG

DermagaSabtu, 24 Agustus 2019
IMG-20190824-WA0007

SINGAPURA (BeritaTrans.com) – Indonesia kembali berbagi informasi dan membahas perkembangan proyek-proyek transportasi laut pada sidang 38th ASEAN Maritime Transport Working Group (AMTWG) di Singapura, 21-23 Agustus 2019.

Proyek dimaksud terdiri dari pelabuhan-pelabuhan yang akan dijadikan pilot project yaitu standar NCVS, sertifikat kompetensi kepelautan, pengembangan 14 pelabuhan di indonesia, pengembangan cruise ship terminal, rencana pengembangan pelabuhan Sri J+unjungan, update perkembangan Marine Environment Protection of the South East Asian Seas (MEPSEAS) dan IMO Member States Audit Scheme (IMSAS).

“Kami juga menyampaikan perkembangan project kapal non konvensi khususnya di wilayah perbatasan Nunukan-Tawau, pelatihan dan pengawasan VTS, dry port, green port, kerjasama Asean dengan negara China, Jepang, India dan Korea dan update Regional Oil Spill Contingency Plan,” tutur Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko yang juga Head of Delegation (HoD) Indonesia pada pertemuan tersebut.

Indonesia juga mengusulkan agar membentuk sub komite untuk membahas lebih lanjut same risk area tahap awal di selat Malaka.

“Dalam sidang ASEAN MTWG ke 38, tiga negara pantai yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura menyepakati pemberlakuan same risk area dalam implementasi Ballast Water Management Convention khususnya ariltiket 13.3 circular untuk penerapan same risk area yang akan dibuat oleh ketiga negara dan dijadikan pedoman bagi petugas PSC di ketiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura,” paparnya.

Kapal- kapal yang diberikan exemption pada circular adalah kapal-kapal yang hanya beroperasi di wilayah yang ditentukan, tidak berlaku bagi kapal luar negeri yang masuk wilayah yang ditentukan tersebut dan saat ini, Indonesia sedang menyiapkan konsep circular tersebut.

Pertemuan 38th ASEAN Maritime Transport Working Group (AMTWG) secara rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun guna menindaklanjuti perkembangan kelompok kerja sub sektor transportasi laut pada pertemuan AMTWG sebelumnya.

Thailand akan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya yang rencananya akan dilaksanakan pada Februari 2020.

Pada pertemuan itu, dihadiri perwakilan 10 Negara ASEAN dan 4 Negara Asia antara lain China, India, Jepang dan Republik Korea serta perwakilan dari IMO, ASEAN Sekretariat dan FASA. (omy)

loading...