Angkasa Pura 2

Angkut Nikel, Kapal Nur Aliyah dengan 25 Awak Hilang Kontak di Perairan Maluku

DermagaMinggu, 25 Agustus 2019
4543dedc-4912-4419-a7fa-d1fa2cfe0f56_169.jpeg

AMBON (BeritaTrans.com) – Kapal kargo MV Nur Allyai bermuatan nikel hilang kontak di perairan Utara Pulau Buru, Maluku. Kapal kargo milik PT Gurita Lintas Samudra memiliki awak 25 orang yang berlayar dari rute Pulau Weda, Maluku Utara tujuan Morosi, Sulewasei Tenggara.

Kapal tersebut diketahui hilang kontak sejak Selasa (20/8). Petugas dari Kantor SAR Ambon mulai melakukan pencarian termasuk 25 awak yang ada di kapal pada hari ini.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin mengatakan mendapat laporan dari BCC dan KanSar Ternate kapal dengan jenis kargo tersebut hilang kontak atau distress signal. Laporan diterima sejak siang tadi.

“Terima info itu pukul 13.30 WIT dari BCC dan KanSar Ternate, jenis kejadian itu kapal hilang kontak atau distress signal,” kata Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin, saat dihubungi, Minggu (25/9/2019)

Muslimin menjelaskan kapal tersebut jenisnya kargo yang muatan nikel dengan ciri-cirinya memiliki lambung berwarna hitam atas merah kapal. Kapal tersebut diketahui milik PT Gurita Lintas Samudra dan berisi 25 orang.

“Data kapal MV Nur Allya, berbendera Indonesia, jenisnya kargo GT (Gross Tonnage ) 30089 sedang pemilik PT Gurita Lintas Samudra, POB 25 orang dan kapal tersebut memiliki panjang 189 dan lebar 34 meter,” ujar Muslimin.

Kapal berbendera Indonesia tersebut sudah hilang kontak dari tanggal 20 Agustus 2019 dan hingga kini belum ditemukan. Setelah mendapat laporan tersebut tim rescue telah berangkat melakukan pencarian atau pengecekan di laut Maluku.

“Dari tanggal 20 Agustus itu hilang kontaknya, dan pukul 13.45 WIT tim rescue diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dengan menggunakan RIB dengan waktu tempuh 2 jam,” tuturnya.(lia/sumber dan foto: detik)