Angkasa Pura 2

November 2019, Buku Pelaut Berubah jadi Elektronik

DermagaSenin, 26 Agustus 2019
IMG-20190826-WA0048

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebentar lagi buku pelaut bakal berubah jadi elektronik. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kepada para stakeholder dan pengguna jasa transportasi laut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mentransformasi bentuk dokumen pas kecil, yang sebelumnya berbentuk kertas menjadi berbasis digital (Elektronik) yang dilengkapi dengan informasi lain tentang kapal.

“Pengembangan Sistem Informasi E-Pas Kecil inilah yang dibahas bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengundang institusi/lembaga dan stakeholder terkait dalam Focus Group Discussion (FGD),” jelas Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Pas Kecil kata dia, sangatlah penting dimiliki kapal-kapal berukuran kurang dari GT 7. Selain untuk menunjang keselamatan pelayaran, berguna juga untuk mendata dan memverifikasi ulang kapal-kapal yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Sudiono mengungkapkan, pihaknya telah secara berkesinambungan melakukan pendataan dan pemberian Sertifikat Pas Kecil di seluruh wilayah Indonesia. Pada pelaksanaan pengukuran dan pemberian Pas Kecil itulah, bersama jajarannya berhasil mengidentifikasi masalah yang timbul terkait dengan Pas Kecil.

Antara lain masih banyak kapal-kapal tradisional dan kapal nelayan yang beroperasi dengan Pas Kecil ganda, bentuk Pas Kecil yang gampang rusak, dan data kapal Pas Kecil yang belum tersimpan secara terpusat.

“Ya, sampai sekarang ini, bentuk Pas Kecil memang masih dicetak pada kertas biasa yang mudah sobek, apalagi jika terekspose dengan air laut. Selain itu, dikarenakan tidak ada foto kapal, dan belum terhubung ke suatu sistem yang terpusat maka kecenderungan Pas Kecil ini dimanipulasi/dipakai untuk kapal berbeda memang tinggi,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya memandang perlu dilakukannya perubahan bentuk Pas Kecil yang sekarang ini berbentuk kertas blanko menjadi berbentuk kartu berbasis digital.

“Dengan perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, dan untuk meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan Pas Kecil untuk kapal tradisional dan kapal nelayan yang semakin bertambah, kami beranggapan perlu adanya transformasi bentuk Pas Kecil menjadi e-Pas Kecil,” ungkapnya.

E-Pas Kecil, lanjut Sudiono, tidak hanya unggul dari kualitas media yang digunakan dan keamanan data yang baik, namun juga mudah untuk disimpan. Bentuknya seperti kartu berukuran kurang lebih 5 x 8 cm dengan ketebalan 0,5 mm.

“Kartu ini tahan air dan support berbagai aplikasi berbasiskan NFC, baik pada Windows maupun Android sehingga data yang ada dapat diakses ataupun ditambahkan di mana saja,” kata Sudiono.

Beberapa keunggulan dalam fitur aplikasi e-Pas Kecil antara lain adalah, dapat menginput data hasil pengukuran, dapat mengupload foto dan data kapal, dapat mencetak surat keterangan data ukuran dan tonase kapal, dapat mengetahui report penerbitan e-Pas Kecil dapat meng-entry hasil pengukuran menggunakan smartphone, serta dapat mengetahui penerbitan e-Pas Kecil di tiap-tiap Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia.

“Selain itu, data-data alat keselamatan dan awak kapal termasuk dokumentasinya, serta kevalidan e-Pas Kecil tersebut juga dapat di-cross check secara langsung oleh pejabat pemeriksa keselamatan setiap saat melalui aplikasi di smartphone-nya,” tutur Sudiono.

Dengan berbagai keunggulannya, dia berharap e-Pas Kecil ini dapat segera dikembangkan dan diluncurkan pada November 2019.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Angke ditunjuk sebagai Pilot Project pengimplementasian e-Pas Kecil, mengingat banyaknya jumlah kapal tradisional dan kapal-kapal penangkap ikan di wilayah kerjanya. (omy)

loading...