Angkasa Pura 2

Nakhoda KM Aleluya yang Mati Mesin di Perairan Palau Tiba di Manado

DermagaKamis, 29 Agustus 2019
729201954255

MANADO (BeritaTrans.com) – Rahmat Bakus, Kapten KM Aleluya yang merupakan korban kecelakaan pelayaran kapal tersebut, tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Rabu, dari Jepang.

Rahmat Bakus mengatakan KM Aleluya tersebut pada Sabtu (27/7) saat akan kembali ke Bitung mengalami mati mesin, serta kerusakan pada boston satu mengalami patah stang.

Karena kondisi cuaca yang buruk, dengan arus laut yang kuat, serta berombak dan angin yang kencang membuat kapal tersebut bergerak lebih jauh lagi.

Selama sekitar tiga minggu kapal KM Aleluya tersebut terbawa arus laut.

Hingga pada sekitar 17 Agustus melihat sebuah kapal ikan Jepang.

Melihat itu, teman-teman menyampaikan kalau kapten masih kuat coba kejar kapal tersebut untuk minta bantuan.

Dengan menggunakan katinting dirinya berupaya melakukan pengejaran terhadap kapal itu, dan kapal tersebut menyelamatkan dirinya.

“Terima kasih sudah menyelamatkan saya,” katanya.

Ia mengatakan di kapal tersebut menyampaikan bahwa dirinya tidak sendirian, tetapi membawa kapal dari Bitung bersama ABK, dan hanyut sampai di sini.

Kemudian dari kapal tersebut lapor ke Okinawa Jepang, dan pihak Jepang kemudian kontak ke Palau.

Coast Guard dengan menggunakan pesawat mencari kapal tersebut dan menemukannya kemudian dibawa ke Palau.

“Terdapat delapan teman saya masih di Palau,” katanya.

Menjawab pertanyaan Ia mengatakan, pada 26 Agustus dirinya dari Okinawa ke Tokyo Jepang, kemudian dari Jepang terus ke Indonesia sampai ke Manado.

“KBRI telah memfasilitasi saya untuk pulang dari Jepang ke Manado,” katanya.

Rustini Farida istri dari Rahmat Bakus mengatakan bersyukur dan senang sudah ketemu dengan suami.

Dia menunggu kabar tentang keberadaan dari mereka bukan hanya satu dua hari, tetapi memerlukan waktu.

Selama pencarian tersebut keluarga tidak tinggal diam, tetapi terus mencari informasi tentang keberadaan mereka.

“Keluarga terus melakukan koordinasi dengan Badan SAR Nasional Manado. Dan informasi terus didapatkan dari Basarnas,” katanya.

Sementara itu saat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Rachmat Bakus disambut antara lain keluarga, personel Basarnas Manado serta pemilik kapal KM Alelluya.

Sebelumnya diberitakan setelah menghilang 18 hari, sembilan orang ABK KM Aleluya ditemukan selamat. Pada tanggal 28 Juli lalu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado (Basarnas) menerima info adanya kecelakaan pelayaran KM.Aleluya mati mesin di perairan Sulut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado Gede Darmada mengungkapkan,“Sebelumnya kami sempat melakukan pencarian berhari-hari namun hasil nihil, operasi pun ditutup. Namun Basarnas tetap melakukan pemantauan apabila ada tanda-tanda dari KM Aleluya tersebut.”

Awalnya Rabu (14/08) pukul 09.00, seorang orang ABK Rahmat Bakus, ditemukan oleh kapal N03 Kinseimaru dan kemudian di evakuasi ke pelabuhan Naha Okinawa, Jepang.

Kamis (15/08) pukul 09.00 diterima info dari RCC Guam bahwa kedelapan ABK KM Aleluya lainnya telah ditemukan dengan kondisi selamat oleh kapal nelayan lokal. Masing – masing ABK bernama Elieser Manoka, Rizky Rahim, Jufri Lalele, Musbal Mabiang, Jon Manuahe, Lesianus Baghiu, Alfri Frans dan Rival Frans

Kemudian diserahkan pada US Coast Guard yang sedang melakukan patrol dan selanjutnya dievakuasi ke negara Republik Palau. Sementara itu Kapal Aleluya ditarik oleh US Patrol Coast Guard dan dipantau oleh RCC Guam menuju pelabuhan Palau.

Pada hari Selasa (20/8) Kemarin Basarnas Manado telah melakukan Rapat bersama Lurah Pancuran Kecamatan Lembeh Selatan Demsus Susanto Bulamei dan Marnes Sanggili pemilik kapal serta keluarga korban. Bertempat di Kantor SAR Manado, Kaasar, Minut.

Gede Darmada menjelaskan, “Untuk proses kepulangan 8 orang ABK KM.Aleluya, Kantor SAR Manado telah berkoordinasi dengan Direktorat Operasi Basarnas Pusat agar dibantu prosesnya pada kementerian Luar Negeri Indonesia.” jelasnya.

Demsus Susanto Bulamei selaku Lurah Pancuran mengungkapkan, “Dari pemerintah setempat berupaya bersama-sama pemilik kapal untuk membantu mempercepat pemulangan para korban”, ungkapnya

Dari Keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada pihak kantor SAR Manado dan seluruh pihak yang sudah membantu. “Kami dari keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada Basarnas Manado dan seluruh pihak yang membantu dalam upaya – upaya yang telah dilakukan dalam mencari dan menolong ABK KM.Aleluya”, tutur salah satu keluarga dari anak buah kapal KM. Aleluya.

(tifa/sumber: antaranews.com dan basarnas.go.id/foto: antaranews.com).

loading...