Angkasa Pura 2

Tragedi Cipularang, Kesaksian Sopir Truk Pasir: Teman Saya Nyalip Bilang Remnya Blong

Another News Galeri KoridorSelasa, 3 September 2019
Kondisi truk yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Subhana, sopir dump truk yang menjadi korban menceritakan detik-detik sebelum tragedi kecelakaan beruntun di Tol Cipularang yang melibatkan 21 kendaraan dari berbagai jenis, Senin (2/9) kemarin.

Subhana yang tengah dirawat di RS Thamrin, Purwakarta ini mengatakan, awalnya sebuah dump truk yang dikemudikan rekannya menyalip truk yang dia kemudikan. Sopir dump truk itu kemudian menghubunginya melalui ponsel dan memberitahu bahwa remnya blong.

“Temen saya itu tiba-tiba nyalip saya, terus tiga menit kemudian dia ngebel (telepon) saya, ‘Mas Bana rem saya blong Mas Bana’. Ya Allah saya teh berdoa aja dulu biar bisa berhenti,” ujar Subhana, Selasa (3/9).

Namun truk yang dikemudikan rekannya itu tak bisa berhenti. Truk itu terus melintas dengan kencang dari sisi kanan. Sebab jika dari sisi kiri, kata dia, biasanya dilintasi truk yang berjalan dengan kecepatan pelan.

“Kalau kanan kan mobil kecil larinya kenceng-kenceng. Jadi akhirnya dia (ambil) kanan, nyelametin diri. Saya enggak kuat, jadi ikutin dia khawatir,” katanya.

Subhana lantas melajukan truknya dengan kencang karena ingin membantu rekannya tersebut. Namun di tengah perjalanan, truk yang dikemudikan rekannya itu terguling hingga tabrakan pun tak bisa dihindarkan.

“Teman saya udah terguling duluan, saya jadi banting kiri karena ada mobil boks (di depan truk),” ucap Subhana.

Akibatnya, Subhana pun mengalami luka dan saat ini masih dirawat di RS Thamrin, Purwakarta. Sementara rekannya itu disebut meninggal dunia.

Kecelakaan beruntun yang terjadi di kilometer 91 Tol Cipularang melibatkan 21 kendaraan dari berbagai jenis pada Senin (2/9) kemarin.

Diduga, kecelakaan diakibatkan oleh truk yang terguling, sehingga kendaraan lain di jalur yang sama terkejut dan berhenti secara tiba-tiba. Delapan orang meninggal dunia dan 28 luka-luka.

Empat dari delapan korban meninggal dunia telah teridentifikasi yakni Dedi Hidayat (45) warga Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Iwan (35) warga Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Endi Budianto serta Hendra Cahya (64) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara. (ds/sumber CNN)