Angkasa Pura 2

Peningkatan SDM Masuk Fokus Utama pada Rencana Kerja Anggaran 2020 Kemenhub

Bandara Dermaga Emplasemen Kokpit Koridor SDMWednesday, 4 September 2019

IMG-20190904-WA0009

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Rencana Kerja Anggaran Kementerian Perhubungan Tahun 2020 difokuskan untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

“Rencana Kerja Anggaran Kemenhub tahun 2020 sejalan dengan tema besar rencana kerja pemerintah yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) tentang pembahasan Rancangan Kegiatan Anggaran (RKA) K/L dalam Nota Keuangan RAPBN TA 2020 dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

RKP tahun 2020 memiliki lima prioritas nasional yaitu pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan; infrastruktur dan pemerataan wilayah; nilai tambah sektor riil, industrialisasi, dan kesempatan kerja; keempat, ketahanan pangan, air, energi, dan lingkungan hidup; serta kelima, stabilitas pertahanan, dan keamanan.

Kelima prioritas dimaksud, memiliki enam arus utama yaitu kesetaraan gender, tata kelola, kerentanan bencana dan perubahan iklim, modal sosial budaya, pembangunan berkelanjutan, serta transformasi digital.

“Dari kelima prioritas nasional tersebut, Kemenhub mendukung Prioritas Nasional Pertama, Kedua dan Ketiga. Dari total pagu anggaran Kemenhub Tahun 2020 sebesar Rp42,67 triliun, sebesar Rp22,507 triliun dialokasikan untuk mendukung RKP,” tuturnya.

Adapun rinciannya yaitu, Rp280,9 miliar untuk Prioritas Nasional Pertama, Rp1,264 triliun untuk Prioritas Nasional Kedua, dan Rp20,962 triliun untuk Prioritas Nasional Ketiga.

Bentuk dukungan Kemenhub pada masing –masing Prioritas Nasional yaitu : untuk Prioritas Nasional Pertama meliputi Dukungan Penyelenggaraan Event Olahraga Nasional.

Prioritas Nasional Kedua meliputi: Perluasan Infrastruktur Dasar, Penguatan Infrastruktur Kawasan Tertinggal dan Ketahanan Bencana, Peningkatan Konektivitas Multimoda dan Antarmoda Mendukung Pertumbuhan Ekonomi, dan Peningkatan Infrastruktur Perkotaan.

“Prioritas Nasional Ketiga meliputi Peningkatan Nilai Tambah dan Investasi di Sektor Rill dan Industrialisasi, serta Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja dan Penciptaan Lapangan Kerja,” kata dia.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan sejumlah Kegiatan Strategis Kemenhub Tahun 2020, diantaranya Dukungan Pengembangan SDM Transportasi di 25 Sekolah Perhubungan yang tersebar di Wilayah Indonesia dengan alokasi anggaran Rp3,644 triliun. Dukungan Subsidi Operasional Keperintisan (perintis jalan, Penyeberangan, Laut, Udara, dan Kereta Api) dengan alokasi anggaran Rp2,72 triliun.

Kemudian, Dukungan Pengembangan Destinasi Wisata di empat lokasi super prioritas yaitu di kawasan Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika dengan alokasi anggaran Rp2,55 triliun.

Dukungan Pembangunan Infrastruktur di wilayah perbatasan dan daerah tertinggal di Provinsi dengan alokasi Rp1,21 triliun, yakni untuk Provinsi Kalimantan Rp160,65 miliar, Provinsi Sulawesi Rp182,26 miliar, Nusa Tenggara Timur Rp115,7 miliar, dan Papua Rp751,9 miliar.

Dukungan Revitalisasi Terminal Bus Tipe A di 20 lokasi dengan alokasi anggaran Rp750 miliar dan Dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional ke-20 di Papua. Alokasi anggaran Rp305,9 miliar untuk Sektor Perhubungan Darat Rp339,4 miliar untuk Perhubungan Udara, dan Rp1,1 miliar untuk Badan Pengembangan SDM.

Selain itu, ada pula Penyelenggaraan Tol Laut dengan Mekanisme Penugasan dan Swasta di 21 Trayek dan Jembatan Udara di 20 Rute.

Turut mendampingi Menhub dalam Rapat dengar pendapat, Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono, Inspektur Jenderal Kemenhub Wahju Satrio Utomo, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti, Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri dan para eselon II serta jajaran Kementerian Perhubungan lainnya. (omy)