Angkasa Pura 2

Sopir Dump Truk Tersangka Penyebab Tabrakan Beruntun di Cipularang Terancam Bui 6 Tahun

Aksi Polisi KoridorRabu, 4 September 2019
images (4)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sopir dump truk yang menjadi tersangka kasus kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 arah Jakarta pada Senin (2/9) terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.

Seperti dilansir dari Antara, di Purwakarta, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang yang melibatkan setidaknya 21 kendaraan.

754fa4b4-ea01-48fe-9812-b7f2572679fc

Dua tersangka itu masing-masing berinisial DH yang merupakan sopir dump truk nopol B-9763-UIT serta tersangka berinisial S, sopir dump truk nopol B-9410-UIU.

Tersangka terancam hukuman penjara maksimal enam tahun. Itu sesuai dengan pasal 310 Undang Undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas Angkutan jalan juncto pasal 359 dan atau 360 KUHP.

Dari dua tersangka tersebut, hanya satu tersangka yang ditahan yakni tersangka berinisial S. Sedangkan tersangka berinisial DH telah tewas akibat kecelakaan tersebut.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan penetapan tersangka dilakukan penyidik setelah mendapatkan keterangan saksi dan berdasarkan barang bukti yang ada di tempat kejadian.

Penetapan dua tersangka juga didasarkan atas bukti lain yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara serta hasil olah barang bukti

Selain dasar-dasar tersebut, ada unsur lain yang menyebabkan dua sopir dump truk itu ditetapkan tersangka.

Di antaranya ialah kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat dan luka ringan. Termasuk unsur kelalaian yang mengakibatkan kerugian material.

Lihat juga: Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Tol Cipularang Tewas
Hal lainnya, kata Matrius, dua tersangka itu membawa muatan tanah merah melebihi batas yang telah ditentukan.

Dari yang seharusnya 12 ton, malah mengangkut 37 ton. Jadi kelebihannya 25 ton, atau tiga kali lipatnya. Akibat kelebihan muatan yang cukup besar itu, daya cengkeram kendaraan berkurang. Apalagi lokasi kecelakaan yakni KM 97 – 90 ke arah Jakarta, kondisi jalannya berkelok dan menurun.

“Baik DH maupun S ini sama-sama membawa truk dengan muatan yang sama, kendaraan jenis yang sama, serta muatannya kurang lebihnya sama,” kata Matrius.

Kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang yang melibatkan 21 kendaraan berbagai jenis itu terjadi pada Senin (2/9) siang. Delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dalam kecelakaan maut Cipularang tersebut.

4 Korban tewas sulit diidentifikasi

images (5)

Tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati belum bisa mengidentifikasi empat jenazah korban kecelakaan di Tol Cipularang kilometer 91. Empat jenazah itu dalam kondisi hangus terbakar hingga sulit diidentifikasi.

“Empat korban ini sudah berupa arang, jadi baru pagi tadi kita periksa otopsi secara visual maupun pembedahan. Hasilnya masih dalam proses,” kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak saat diwawancara CNN Indonesia TV, Rabu (4/9).

Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang pada Selasa (3/9) melibatkan sekitar 21 kendaraan. Insiden ini menyebabkan delapan orang tewas dan puluhan terluka. Empat korban tewas sebelumnya telah berhasil diidentifikasi.

Sementara empat korban tewas lain dikirim ke Jakarta untuk proses identikasi. Musyafak mengatakan keempat jenazah itu tiba di RS Polri Kramat Jati kemarin malam.

Tim medis melaksanakan pemeriksaan luar tak lama setelah jenazah tiba. Musyafak mengungkapkan kondisi jenazah dan jenis kelaminnya sudah sulit diidentifikasi karena hangus.

loading...