Angkasa Pura 2

800 Kapal Nelayan Sebatik Diukur KSOP Tarakan

DermagaKamis, 5 September 2019
IMG-20190905-WA0027

IMG-20190905-WA0029

SEBATIK (BeritaTrans.com) – Sebanyak 800 kapal diukur KSOP Kelas III Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat nelayan.

Bersama Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Sei Nyamuk, KSOP Tarakan menggelar Gerai Terpadu Pelayanan Dokumen Kapal Dan Sertifikat Kepelautan yang dilaksanakan di Sebatik Kabupaten Nunukan 3-5 September 2019.

Pelaksanaan gerai tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang Pelayanan Status Hukum Kapal penangkap Ikan dan kepelautan Nomor: 01/PT/KKP/PKS/III/2019, HK.201/2/17/Djpl/2019.

Kepala Kantor KSOP Kelas III Tarakan yang diwakili oleh Kasi keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Syaharuddin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran khususnya pada kapal-kapal penangkap ikan atau kapal nelayan.

“Dalam pelaksanaan gerai terpadu ini, kami menggelar pengukuran dan penerbitan pas kecil pada kapal-kapal nelayan. Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan nelayan sebagai pelaut yang andal, kami juga melaksanakan pelatihan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil,” urai Syaharuddin di Sebatik, Kamis (5/9/2019).

Selain melakukan pengukuran kapal-kapal nelayan sekitar 800 kapal juga memberikan pelatihan materi Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil diikuti 107 orang peserta.

Pengukuran dan penerbitan pas kapal ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah dalam memberikan layanan kepada masyarakat khususnya nelayan.

Hal itu agar para nelayan mempunyai surat kepemilikan pada kapalnya. Selain itu, dengan adanya pelatihan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil ini, diharapkan para pelaut memahami dan mengerti tentang keselamatan jiwa dalam pelayaran di laut yang dibuktikan dengan sertifikat kecakapan.

“Masyarakat diharapkan dapat berlayar dan melaut dengan aman sehingga tidak lagi menimbulkan korban jiwa serta mendapatkan ilmu bermanfaat terkait keselamatan pelayaran selama mengikuti materi SKK 60 mil,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, KSOP Kelas III Tarakan langsung mendatangi dan memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ada di Sungai Sebatik.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta masyarakat di Sebatik karena dalam pelaksanaan seluruh peserta sangat antusias dan senang mengikutinya,” tutur Syahruddin.

Keselamatan pelayaran merupakan faktor yang sangat penting guna menunjang kelancaran transportasi laut sehingga diperlukan kecakapan personelnya.

Kegiatan ditutup dengan serangkaian pemberian sertifikat secara simbolis dan penyerahan dokumen kepelautan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) dan buku pelaut Kapal Layar Motor (KLM) kepada para nelayan. (omy)