Angkasa Pura 2

Cegah Kecelakaan, Dirjen Budi Tegaskan Jalan Tol Bebas ODOL Tahun 2020

KoridorKamis, 5 September 2019
IMG-20190905-WA0042

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengunjungi kantor operator truk pengangkut tanah (dump truck) yang terlibat dalam tabrakan beruntun di Tol Cipularang beberapa hari lalu.

Seperti dimetahui, dalam kejadian tabeakan beruntun di Tol Cipularang beberapa hari lalu, kedua truk itu membawa tanah dan diduga Over Dimensi Over Load (ODOL).

“Saya akan meminta pada Jasa Marga maupun BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), untuk segera memasang alat pendeteksi atau pun timbangan di pintu-pintu tol sehingga kendaraan yang ODOL dapat terdeteksi begitu masuk tol dan dapat diantisipasi langkah selanjutnya,” jelas Dirjen Budi di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Sebelumnya Dirjen Budi menemukan bahwa kedua truk dari perusahaan tersebut dinilai melanggar batas maksimal dimensi hingga melebihi 70 cm serta kelebihan muatan 300%.

Dalam kecelakaan kali ini, Dirjen Budi menyatakan bahwa pihaknya begitu menyoroti penanganan ODOL yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

“Ada persoalan di sini, ada truk yang buku ujinya sudah keluar dan dimensi truknya sesuai ketentuan artinya saat truk masuk ke pengujian baknya sesuai dengan ketentuan yang ada, tapi begitu keluar baknya diganti. Saat pengujian kedua itu sudah ditandai oleh penguji untuk dipotong dan dinormalisasi. Kita harapkan yang sudah diberikan arahan dan penandaan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk dipotong bak truknya,” tegas Dirjen Budi.

Dia juga menyoroti adanya dugaan pemalsuan buku KIR sehingga ada ketidaksesuaian dengan kondisi fisik kendaraannya.

“Dalam waktu dekat saya minta minggu depan semua operator kendaraan _dump truck_ di Jakarta dan sekitarnya akan kita kumpulkan. Saya akan mencari titik temu kalau tidak langsung bisa dipotong kira-kira toleransi nya bisa berapa lama intinya menormalisasikan kembali dump truck” urainya didampingi Direktur Prasarana Transportasi Jalan M. Risal dan Direktur Angkutan JalanAhmad Yani.

Bahkan dump truck yang ada di sekitar Jabodetabek dan Banten menurutnya banyak yang melanggar batas beban dan dimensinya.

“Dinas Perhubungan baik di DKI Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya harus betul-betul berkomitmen, kalau memang tidak lolos, tidak perlu diloloskan, jangan dikasih buku KIR. Kalau mereka sudah bekerja sesuai regulasi maka sempit peluang para operator truk tersebut untuk dapat buku KIR. Selain itu, saya sedang meminta pada BPJT untuk membuat Jembatan Timbang elektronik/ WIM (Weigh in Motion),” imbuhnya.

Dirjen Budi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait, Kepolisian, BPJT, Jasa Marga, Kemen PUPR, KNKT untuk merumuskan permasalahan dan solusi terkait kasus-kasus yang selama ini sering terjadi di tol Cipularang KM 91 dan sekitarnya.

“Intinya saya merencanakan tahun 2020 jalan tol sudah Zero ODOL, jadi tidak ada truk yang mengalami kecelakaan seperti ini atau ada truk yang kelebihan muatan yang lewat jalan tol. Saya akan dukung semua usaha untuk merencanakan Zero ODOL,” pungkas dia. (omy)