Angkasa Pura 2

Kenavigasian Berperan Penting dalam Keselamatan Pelayaran

DermagaKamis, 5 September 2019
IMG-20190905-WA0039

IMG-20190905-WA0041

BANGKA BELITUNG (BeritaTrans.com) – Alat kenavigasian berperan penting dalam wujudkan keselamatan pelayaran. Hal itu ditegaskan Kepala Distrik Navigasi Kelas I Palembang Adi Karsyaf disela Sosialisasi di hadapan pada pemilik Terminal Khusus (TERSUS) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Provinsi Bangka Belitung, Kamis (5/9/2019).

“Apa yang kita laksanakan dan kita kerjakan dalam menunjang keselamatan pelayaran, selain aturan nasional kita juga harus menyesuaikan dengan standar Internasional, karena yang singgah di Pelabuhan kita pun bukan hanya kapal berbendera Indonesia,” ujar Adi.

Sebagai anggota dewan International Maritime Organisation (IMO), Indonesia harus mematuhi peraturan-peraturan Internasional. Namun sayangnya tidak semua pihak yang terlibat di dunia pelayaran mengerti dan memahami dengan baik tentang aturan dan standar Internasional di dunia pelayaran, khususnya di bidang navigasi pelayaran.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan sosialisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman para pengguna jasa dan stakeholder.

“Sudah menjadi tugas kita sebagai regulator untuk mensosialisasikan aturan-aturan tersebut, sehingga pengguna jasa dapat mematuhinya,” tegasnya.

Adi menilai, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) dan alur pelayaran merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang keselamatan pelayaran, oleh karena itu Indonesia sebagai negara maritim memiliki kewajiban bukan hanya untuk memasang dan memelihara, namun juga menjaganya agar tetap andal, baik dari sisi teknis maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami telah melaksanakan sosialisasi semacam ini secara berkesinambungan di sekitar wilayah kami sebagai pemantapan, untuk menjaga agar standar pengoperasian SBNP serta Alur Pelayaran sesuai dengan tata cara dan standar Internasional yang telah ditetapkan, sehingga dapat mendukung terwujudnya keselamatan pelayaran,” urainya.

Adi berharap, instansi-intansi terkait yang ada di sekitar wilayah kerja Distrik Navigasi Kelas I Palembang dapat bersinergi dan satu bahasa dalam memasang, menjaga serta memelihara SBNP serta alur pelayaran, dalam hal ini di sekitar wilayah Bangka Belitung.

“Saya harap materi yang diberikan ini bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan yang lebih mendalam bagi penyelenggara Pelabuhan tentang pentingnya SBNP dan Alur Pelayaran yang ada di TERSUS dan TUKS, khususnya mengenai regulasi dan implementasinya,” tuturnya.

Hadir dalam sosialisasi sebanyak 100 orang peserta yang terdiri dari para pemilik TERSUS dan TUKS di Provinsi Bangka Belitung, serta berbagai institusi dan asosiasi antara lain Dinas Perhubungan Provinsi dan Kota Bangka Belitung, DANLANAL Blinyu, Polair, PT. Pelindo II (Persero), DPC INSA, APBMI, ALFI, serta perwakilan dari Kantor-Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di sekitar wilayah Bangka Belitung. (omy)