Angkasa Pura 2

Picu Tragedi di Tol Cipularang, Dishub Jabar Mengaku Rutin Razia Truk

Another News Galeri KoridorKamis, 5 September 2019
Dishub Jawa Barat mengaku telah rutin merazia truk yang kelebihan muatan di Jalan Tol Cipularang. (ist)

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mengklaim telah rutin melakukan razia truk yang kelebihan muatan atau overload di beberapa titik di Tol Cipularang.

Sebelumnya, ada truk kelebihan muatan hingga 300 persen terjatuh dan mengakibatkan tabrakan beruntun di Tol Cipularang hingga melibatkan 21 kendaraan.

“Untuk razia kendaraan truk yang overload di Jalan Tol Cipularang, itu sudah rutin kami lakukan bersama jajaran kepolisian dan pihak Jasa Marga,” kata Koordinator Penguji Kendaraan Bermotor Dishub Provinsi Jawa Barat, Enjang Kusmana.

Razia kendaraan truk overload biasanya dilakukan di dua tempat peristirahatan jalan tol atau rest area yakni di Kilometer 120 dan Kilometer 88.

Selama satu bulan, Enjang mengklaim pihaknya merazia truk overload selama enam kali. Tiga kali razia di rest area jalan Tol Cipularang Kilometer 120 dan tiga kali razia di rest area Kilometer 88.

“Jadi sebenarnya kita sudah mengawasi kendaraan truk yang overload, baik di jalan provinsi maupun di jalan Tol Cipularang,” kata dia, Kamis (5/9).

Enjang mengatakan, Dinas Perhubungan Jabar senantiasa menilang truk yang kelebihan muatan sekaligus mengurangi muatan truk yang terkena tilang.

Selanjutnya, Dinas Perhubungan Jabar berencana menempatkan alat pendeteksi kelebihan muatan di depan Gerbang Tol Cipularang. Dengan begitu, truk yang kelebihan muatan tidak dapat menggunakan jalan tol.

Kecelakaan berupa tabrakan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 91 pada Senin (2/9) lalu. Ada 21 kendaraan yang terlibat.

Sejauh ini, telah ada 8 orang meninggal dunia, 3 luka bakar dan 25 luka ringan. Dari delapan korban jiwa, empat diantaranya belum bisa diidentifikasi.

Polres Purwakarta juga sudah menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah sopir truk berinisial DH dan S. Tersangka DH meninggal dunia saat kejadian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kecelakaan dipicu dua kendaraan dump truk yang overload. Pengemudi sopir dump truk hilang kendali.

Rem juga tidak berfungsi dengan baik saat melintasi jalan menurun panjang, sampai akhirnya terbalik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, terdapat penambahan tinggi pada bak truk sehingga kapasitas angkut bertambah dari semestinya. Akibatnya, kelebihan muatan tanah truk itu mencapai 300 persen, dari yang seharusnya 12 ton menjadi 37 ton.

“Kemudian over loading-nya, ini kan antara operator truk dengan pemilik barang itu pesanannya. Satu mobil itu kelebihan logistiknya 300 persen dari muatannya,” ujar Budi di Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/9). (ds/sumber antara)