Angkasa Pura 2

Aplikasi Sipariban Bagian Aksi Tingkatkan Layanan di Pelabuhan Belawan

DermagaJumat, 6 September 2019
IMG-20190906-WA0005

IMG-20190906-WA0003

MEDAN (BeritaTrans.com) – Aplikasi penyandaran kapal Sipariban diluncurkan
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan.

Ini merupakan bagian aksi peningkatan layanan di Pelabuhan tepatnya Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Peluncuran aplikasi Sipariban oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Sugeng Wibowo disela-sela pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan untuk para Stakeholder di Belawan.

“Sipariban merupakan akronim dari Sistem Penyandaran Kapal di Pelabuhan Belawan dengan tujuan meningkatkan efektifitas, efisisensi, dan akuntabilitas penyandaran kapal di Pelabuhan Belawan,” jelas Sugeng di Medan, Jumat (6/9/2019).

Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Jece Julita Piris menambahkan, aplikasi Sipariban merupakan proyek perubahan yang digagasnya dan merupakan salah satu persyaratan dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional TK II Angkatan X Tahun 2019 yg diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).

“Ini sebagai bukti nyata dukungan dari Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan dalam mendukung program Kementerian Perhubungan dimana saat ini sedang menggalakan sistem digitalisasi pelayanan untuk kemudahan dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Digitalisasi pelayanan yang dilakukan merupakan wujud dari industri 4.0, khususnya pada bidang perhubungan yang mengharuskan pelayanan cepat, tepat dan terintegrasi dengan baik.

Pihaknya berharap dengan diluncurkannya aplikasi ini, dapat digunakan dengan mudah oleh para pengguna jasa, sehingga akan mempercepat pelayanan kapal di Pelabuhan Belawan.

Dalam aplikasi baru ini, disuguhkan informasi pelayanan kapal di Pelabuhan Belawan, seperti daftar Kapal yang bersandar, Kapal yang menunggu untuk disandarkan di Pelabuhan Belawan, data dermaga yang siap untuk sandar, waktu tunggu kapal dan waktu estimasi sandar kapal di dermaga.

“Informasi-informasi tersebut dapat dilihat secara real-time oleh masyarakat dan stakeholder di Pelabuhan Belawan sebagai bentuk keterbukaan publik atas informasi oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan,” kata Jece.

Ke depan, kata dia, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi proyek perubahan untuk terintegrasinya seluruh aplikasi yang dimiliki stakeholder pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Belawan.

“Terkait dengan hal ini, maka seluruh stakeholder di Pelabuhan Belawan telah menyepakati dan juga menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan Belawan, sehingga para pengguna jasa kapal dan barang di Pelabuhan Belawan telah memiliki pedoman standar pelayanan pada tiap-tiap stakeholder terkait;” kata Jece.

Dengan terintegrasinya seluruh aplikasi pelayanan di Pelabuhan Belawan, maka kedepan “one single submission” dalam memasukan dokumen kelengkapan oleh para Pengguna Jasa dapat terwujud, dan pelayanan di Pelabuhan Belawan lebih efektif dan cepat. (omy)