Angkasa Pura 2

Horor di Tol Cipularang: Black Spot dan Penerawangan Mbah Mijan

KoridorJumat, 6 September 2019
gunung-hejo2-553x400

PURWAKARTA (BeritaTrans.com) –
Subana, 35 tahun, warga Desa Cidadap, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sehari-hari bekerja sebagai sopir dump truck. Dengan truknya, ia kerap mendapatkan tugas mengantar berbagai material bangunan. Hal yang sama dilakukannya pada hari Senin, 2 September 2019. Ia mengantarkan tanah berpasir seberat 40 ton dari Padalarang menuju Karawang Timur.

Bukan hanya Subana, beberapa sopir truk lainnya juga melakukan hal yang sama, termasuk Dedi Hidayat. Subana dan Dedi berangkat belakangan membawa masing-masing truknya itu. Kedua truk itu memasuki Tol Cipularang (Cikampek, Purwakarta, Padalarang) sekitar pukul 12.30 WIB. Truk berjalan beriringan. Truk Dedi tepat berada di belakang truk Subana. Mereka berada di jalur kiri alias jalur lambat.

Tepat di sekitar Pasir Honje, Plered, Purwakarta, atau di Kilometer 91, Subana melirik kaca spion kanannya. Ia melihat gerakan truk yang disopiri Dedi sedikit zigzag seperti mau menyalip. Benar saja, Dedi menyalip Subana dengan kecepatan tinggi di jalur kanan. Sekitar tiga menit kemudian, telepon seluler Subana berdering. Ternyata Dedi meneleponnya dengan nada panik karena rem truknya blong.

“Teman saya itu tiba-tiba nyalip saya. Terus sekitar tiga menit kemudian dia ngebel saya. ‘Mas Bana, rem saya blong, mas Bana!’ Ya Allah, kata saya berdoa saja dulu biar bisa berhenti,” ucap Subana saat ditemui di ruang Intalasi Gawat Darurat RS Thamrin, Purwakarta, Jawa Barat, setelah kecelakaan maut di Tol Cipularang Km 91, Purwakarta, pada Senin, 2 September lalu.

74ce6fdf-20b3-48bb-ae97-a600b1df06d8-2z5f5i

Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Km 91 Purwakarta, Jawa Barat.
Foto: dok. Antara Foto

Tabrakannya kencang sekali suaranya, ledakan mobil yang kebakar juga kencang sekali. Ada tiga kali ledakan mobil kebakar. Juga ada mobil-mobil yang terpental.”

Khawatir terhadap keadaan Dedi, Subana berusaha mengejar temannya itu, yang juga membawa truknya ke jalur tengah. Tapi belum terkejar, lima menit kemudian, Subana dari kejauhan melihat truk Dedi terguling dan menyeret sejumlah kendaraan di depannya. Tanah berpasir tumpah menutupi jalan di Km 91+400 itu.

Sejumlah kendaraan di belakangnya mendadak menghentikan lajunya. Tapi nahas, truk yang dikemudian Subana tak terkendali. Truknya meluncur dengan kencang dan menyeruduk sejumlah kendaraan yang berhenti di depannya. Salah satunya mobil Toyota Fortuner Suherman, 53 tahun, warga Tangerang, Banten.

Saat itu, Suherman bersama keluarganya baru pulang menjenguk anaknya yang mondok di pesantren di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia terpaksa menghentikan mobilnya karena melihat truk Dedi terguling. Tiba-tiba terdengar suara benturan cukup keras beberapa kali di belakangnya, Bruukkk, bruukk, bruukk…!!!

Belum menoleh ke belakang, mobil Suherman pun ditubruk kencang dari belakang hingga terpental sejauh 50 meter. Mobilnya meloncati pagar pembatas jalan raya dan masuk jurang sedalam 15 meter. Untung, mobil itu nyangkut disemak-semak di jurang itu. “Saya banyakin istighfar. Setelah kejadian, saya segera keluar dan menunggu pertolongan. Ibu saya pingsan,” kata Suherman, yang mengalami luka-luka ringan kepada detikX di RS Thamrin.

Begitu juga dengan Dwi Reza, 35 tahun, warga Semarang, Jawa Tengah. Setelah mengiisi e-toll di rest area, ia membawa mobil ke jalur tol menuju Jakarta-Cikampek lagi. Saat itu kondisi jalanan sedikit ramai. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari arah belakang mobilnya. Dari kaca spion ia melihat sebuah truk besar terguling dan terseret menyapu sejumlah kendaraan di depannya. Bahkan, dalam hitungan detik, truk itu juga menyambar mobil Dwi, yang tak sempat menyelamatkan diri.

f04709f5-f88c-4100-964d-77a7dfe3816c-v3vwrq

Subana, sopir dump truck yang jadi tersangka kecelakaan maut di Cipularang. Foto : Screenshot

“Keadaan saat itu sangat mengerikan. Saya melihat mobil terguling dan ada mobil yang terbakar. Ketika itu saya dalam keadaan hidup dan mati,” ujar Dwi mengenang kecelakaan maut tersebut di RS Thamrin.

Kengerian situasi saat itu juga diungkapkan Sugiarto, seorang pekerja proyek di Tol Cipularang yang tengah berada di lokasi kejadian. Saat itu, ia bersama beberapa rekannya melihat truk Dedi terbalik dan menumpahkan muatannya. Mobil di depannya tertabrak secara beruntun. Sementara itu, belasan mobil lainnya tiba-tiba berhenti mendadak di belakangnya.

Kemudian tiba-tiba muncul lagi truk sejenis dengan kencang dari jalur tengah menghantam sejumlah mobil yang ada di depannya. Truk yang ternyata disopiri Subana itu menabrak dan mementalkan sejumlah mobil itu. “Tabrakannya kencang sekali suaranya, ledakan mobil yang kebakar juga kencang sekali. Ada tiga kali ledakan mobil kebakar. Juga ada mobil-mobil yang terpental,” kata Sugiarto saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa, 3 September.

Sugiarto menyaksikan jeritan dan tangisan para korban yang berada di dalam kendaraan yang tertabrak dan hancur itu. Banyak orang yang terluka, patah tulang, terjepit bodi mobil, dan ada korban yang terbakar di dalam mobil. Sugiarto panik melihat kejadian itu, tapi berusaha menolong beberapa korban yang dilihatnya. “Ini kejadian yang baru pertama saya lihat. Belum pernah lihat kecelakaan sebelumnya dan saya yang pertama ke lokasi,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Tol Cipularang sepanjang 58,5 kilometer dibangun pada 2003. Sejak diresmikan penggunaannya pada 2005, kerap terjadi kecelakaan dan longsor, khususnya di Km 100-90. Tol ini memang melintasi daerah pegunungan, sehingga kontur jalannya naik-turun dengan tanjakan panjang dan turunan curam. Karena itu, sering terjadi kecelakaan maut di kawasan itu.

Artis Saipul Jamil adalah aktor yang pernah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan itu di Km 96+800 pada 3 September 2011. Dalam kecelakaan itu, istrinya Virgina Angraeni, tewas di tempat, sementara Saipul Jamil mengalami luka parah.

images (55)

Terakhir, kecelakaan maut juga menimpa rombongan anggota DPRD Kota Banjar pada 23 Januari 2019.

Mobil yang ditumpangi anggota DPR itu menabrak sebuah truk di Km 94. Akibatnya, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Anwar Hartono dan ajudannya, Wahyudi, tewas. Sedangkan sopirnya, Galuh Santana, mengalami luka parah. Dari catatan yang detikX kumpulkan, setidaknya sejak 2011 hingga 2019 ini sudah ada 36 orang tewas dan 55 orang lainnya mengalami kecelakaan di Tol Cipularang sekitar Km 100-90 itu, dari kecelakaan tunggal hingga tabrakan beruntun.

Banyaknya kejadian di lokasi ini juga sering dikait-kaitkan dengan hal-hal berbau mistis oleh warga. Warga yakin sekitar lokasi didiami sosok lelembut yang disebut-sebut tokoh masyarakat setempat. Di puncak Gunung Batu Darat memang terdapat makam para sesepuh yang dikeramatkan. Bahkan dalam buku ‘Misteri Tol Cipularang’ disebutkan pihak Jasa Marga sempat menyebelih kerbau untuk ditumbalkan. Entahlah.

Tapi bagi pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Puluhbulu, faktor utama kecelakaan di jalan raya diawali dengan adanya pelanggaran dan ketidakpatuhan para pengemudi kendaraan itu sendiri. Apalagi di Tol Cipularang banyak para pengemudi yang melanggar batas kecepatan kendaraannya. Padahal kontur jalanan naik dan turun. “Yang bisa kita kelola adalah diri kita sendiri, apakah kita sudah tertib, apakah teknik mengemudi kita sudah benar, apakah kendaraan kita sudah siap,” kata Jusri, 2 September lalu.

Mbah Minjam satroni TKP

Paranormal Mbah Mijan mendatangi lokasi kecelakaan beruntun di Tol Cipularang yang melibatkan 21 kendaraan.

Tol Cipularang yang menjadi lokasi kecelakaan beruntun disebut-sebut memiliki sisi mistis dan gaib termasuk oleh Mbah Mijan.

images (56)

Bahkan, untuk membuktikannya Mbah Mijan datang ke Tol Cipularang, lokasi kecelakaan beruntun yang menewaskan 8 orang korban.

Bahkan, penunggu gaib di area itu dianggap kerap mengganggu pengendara yang sedang melintas.

Tak hanya itu, menurut kepolisian, lokasi kecelakaan maut itu juga kerap dikenal dengan area black spot.

Maksud dari area black spot adalah adanya faktor penyebab rentannya kecelakaan, yaitu kontur jalan, human error, dan cuaca.

“Di lokasi black spot Cipularang menjadi titik lelah pengemudi. Kemudian kontur jalannya turunan, tanjakan, dan dikombinasi dengan banyak tikungan,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Purwakarta, Iptu Asep Kusmana, saat diwawancarai Tribunnews.com pada 28 Juli 2019.

Namun, jika dilihat dari kacamata mistis, banyak paranormal yang mengungkap penyebab lokasi tersebut rawan kecelakaan.

Salah satunya berdasarkan dari keterangan Mbah Mijan seperti yang terlihat pada tayangan di YouTube STARPRO Indonesia, pada (5/9/2019).

Kepada Starpro, Mbah Mijan mengatakan adanya beberapa sosok tak kasat mata yang ada di Tol Cipularang.

“Mbah merasakan betul bahwa ada arang dari korban yang masih ada di sini, masih banyak hal yang membuat mbah Mijan merinding dan nggak tega menceritakannya,” ucap Mbah Mijan.

Paranormal itu pun mengatakan bahwa ia merasakan aura gaib di KM 97 Tol Cipularang.

“Ketika Mbah Mijan di KM 97, Mbah sudah mulai merasakan sambutan aura mistis khususnya disepanjang jalur sebelah kiri,” terang Mbah Mijan.

Selain itu, Mbah Mijan juga mengatakan bahwa lokasi saat ia berdiri itu menjadi gerbang gaib dan ada makhluk penunggu, yaitu ular besar.

“Aura mistis yang mbah rasakan, di sini awal mula dari gerbang gaib yang mbah lihat. Keberadaan adanya ular raksasa yang melingkar di belakang pintu gerbang,” imbuh Mbah Mijan.

Tak hanya keberadaan ular raksasa yang tak kasat mata, Mbah MIjan juga menyebut adanya sosok wanita bergaun putih yang kerap mengganggu mengendara.

Keberadaan makhluk wanita bergaun putih tersebut ada di sekitar KM 99-100 di Tol Cipularang.

“Di depan Mbah Mijan ada sosok wanita bergaun putih.

Mungkin sosok ini yang dipercaya oleh masyarakat yang sering menumpang kendaraan yang lewat,” ucap Mbah Mijan.

Meski begitu, saat ditanya keterlibatannya dalam kecelakaan beruntun yang terjadi pada Senin (2/9/2019) lalu, sosok tersebut tidak ingin berkomunikasi dengan Mbah Mijan.

Batu besar

Seperti yang diketahui, korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan beruntun di Tol Cipularang mencapai 9 orang.

Kecelakaan yang melibatkan banyak kendaraan mulai dari dumb truck, bus, hingga mobil pribadi itu juga menyebabkan banyak korban luka.

Tol Cipularang terutama untuk arah Jakarta pada KM 100 hingga 70 memang dikenal dengan turunannya yang curam dan tajam.

Turunan yang paling tajam terlihat pada kilometer 100 hingga 90-an.

Medan yang dikenal berbahaya tersebut memang menjadi salah satu alasan penyebab kecelakaanyang beberapa kali terjadi di daerah tersebut.

Oleh karena itu, Mbah Mijan juga tampak menyarankan agar pengendara lebih berhati-hati.

“Buat pemirsa yang melintasi jalan ini harus lebih berhati-hati, lebih berdoa, lebih fokus, biar tidak terjadi human eror,” pungkas Mbah Mijan.

(aku/sumber: detik.com dan grid.id).