Angkasa Pura 2

Minta Lembur, Mekanik American Airlines Sabotase Pesawat Bawa 150 Penumpang

KokpitJumat, 6 September 2019
american-a319-100-n8001n-13grd-xfw-americanlr

FLORIDA (BeritaTrans.com) – Seorang mekanik American Airlines, dituduh melakukan sabotase terhadap sebuah pesawat dengan 150 penumpang. Motifnya, dia diduga kecewa atas negosiasi kontrak yang macet.

Saat itu, Rabu, 17 Juli 2019. American Airlines dengan 150 penumpang, terbang ke Nassau, Bahama. Saat pilot menyalakan pesawat, tiba-tiba sebuah alarm peringatan berbunyi. Sistem navigasi pesawat tidak berfungsi.

Setelah diselidiki, ternyata mekanik, Abdul-Majeed Marouf Ahmed Alani menempelkan busa di dalam tabung, saat pesawat masih di Bandara Internasional Miami, di Florida.

Pegawai veteran itu, diduga merusak pesawat untuk membatalkan penerbangan itu, agar dia mendapatkan lembur. Demikian dilansir dari Miami Herald.

Untungnya, tidak ada penumpang yang terluka dalam penerbangan yang ditetapkan untuk Nassau, Bahama, pada 17 Juli, karena peringatan dipicu ketika pilot menyalakan mesin pesawat.

Alani ditangkap, dan muncul di pengadilan Federal Miami pada Jumat, 6 September 2019, dengan tuduhan merusak, menghancurkan, atau melumpuhkan sebuah pesawat terbang.

Pengaduan kriminal diluncurkan, setelah petugas udara federal TSA mengklaim telah mengidentifikasi Alani, saat meninjau rekaman video.

Selama dugaan sabotase tujuh menit, terdakwa diyakini telah menyebabkan penyumbatan dengan bahan busa keras, tulis Herald.

Tiga mekanik lainnya, yang bersamanya selama serangan yang diklaim, diduga membantu penyelidik untuk mengidentifikasi Alani, yang berjalan dengan pincang.

Jika alarm tidak berbunyi pada penerbangan No. 2834, pilot akan terpaksa menerbangkan pesawat secara manual.

Modul data udara yang terpengaruh melaporkan kecepatan pesawat, pitch dan data penerbangan penting lainnya, menurut pernyataan tertulis.

Dikatakan, Alani kesal atas kesulitan selama negosiasi kontrak antara American Airlines dengan 12.000 karyawan mekanik.

Pertengkaran itu memicu proses hukum di kantor pusat perusahaan di Texas, musim panas ini. (Lia/sumber:rakyatku.com)