Angkasa Pura 2

Landasan 3 Bandara Soekarno Hatta Ditargetkan Operasi Penuh November 2019

Bandara KokpitMinggu, 8 September 2019
IMG-20190908-WA0028

IMG-20190908-WA0027

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Setelah mulai dioperasikan untuk pendaratan dan keberangkatan, landasan 3 Bandara Soekarno Hatta yang sedang diperpanjang menjadi 3.000 meter, ditargetkan dapat dioperasikan penuh pada November 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Jakarta Air Traffic Service Center di Bandara Soekarno Hatta untuk melihat proses take off dan landing pesawat di landasan 3, Ahad (8/9/2019) petang.

Pada kesempatan tersebut, Menhub menyaksikan proses take off pesawat Citilink dengan tipe pesawat Airbus 320 serta proses landing pesawat NAM Air tipe pesawat Boeing 737 700.

“Kami sampaikan bahwa landasan 3 beroperasi sudah satu bulan dan berlangsung baik. Saat ini telah dioperasikan dengan panjang runway 2.500 x45 meter. Oleh karenanya masih terbatas pada pesawat dengan kualifikasi Boeing 737 dan Airbus 320. Nanti pada November, panjang Runway 3 menjadi 3.000×60 meter bisa dilaksanakan, semua pesawat bisa mendarat dan take off di situ,” urai Menhub.

Pergerakan pesawat yang tadinya hanya 75 pesawat per jam dapat meningkat kapasitasnya menjadi 81 pesawat per jam pada saat ini. Pergerakan ini akan dapat bertambah jumlahnya menjadi 100 pesawat per jam pada saat landasan 3 sudah memiliki panjang 3.000 m.

IMG-20190908-WA0029

Pembangunan landasan 3 yang merupakan arahan dari Presiden RI Joko Widodo, dapat melakukan penghematan hingga mencapai Rp75 juta dihitung dari jumlah bahan bakar.

Hal ini ditegaskan pula oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin bahwa dari simulasi yang dilakukan oleh maskapai pada Agustus lalu, pembakaran bahan bakar pesawat dapat ditekan hingga 1.300 pounds atau Rp70-75 juta jika dikalkulasi dalam rupiah karena pesawat tidak perlu menunggu lebih lama untuk mencapai apron setelah mendarat.

“Simulasi dari teman-teman maskapai 15 Agustus 2019, terjadi penghematan bahan bakar maskapai karena tak perlu holding. Setelah landing, langsung dilakukan routing ke parking stand dengan lebih cepat. Fuel burn juga bisa diminimalkan sebesar 1.300 pounds atau jika dikalkulasi mencapai Rp70-75 juta. Jadi kemampuan kita saat taxi hingga take off landing lebih bervariasi,” tutupnya.

Dalam kegiatan ini Menteri Perhubungan turut didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin, dan Direktur Utama PT Airnav Indonesia Novie Riyanto. (omy)