Angkasa Pura 2

Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tersedia 29 Taksi Listrik Blue Bird

Bandara Energi KoridorSenin, 9 September 2019
IMG_20190909_004557

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Bandara Internasional Soekarno Hatta semakin menguatkan posisi sebagai bandara dengan serba kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle/EV),

Paling anyar, Blue Bird menyediakan layanan taksi listrik di Terminal 3.
Ada dua merek kendaraan dipakai taksi listrik, yakni BYD dan Tesla.

Jumlah taksi BYD di Soekarno-Hatta saat ini mencapai 25 unit, sementara itu Tesla sebanyak 4 unit.

IMG_20190909_004643

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menjajal taksi listrik Blue Bird hari ini. Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ke kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Budi Karya berangkat dari Soetta sekitar pukul 15.40 WIB. Tiba di kawasan SXBD sekitar pukul 16.10 WIB, alias memakan waktu sekitar 30 menit.

“Confident sekali. Tidak ada noisy dan saya tadi sengaja kecepatan tingkatnya sampai 100 km per jam. Itu stabil sekali, sangat convenient. Tidak bersuara dan kecepatannya tinggi,” ujar Budi Karya pada Minggu (8/9/2019) di Jakarta.

budi-karya-di-AP-II-640x446

Menteri Budi pun mendengarkan suara hati sopir taksi listrik yang mengantarnya ke Jakarta. Permintaan dari sang sopir adalah lebih penambahan tempat charging dari pemerintah agar mobil listrik lebih mudah beroperasi.

Direktur Utama Blue Bird Noni Purnomo mengatakan perusahaannya bersedia menjadi yang pertama menyediakan kendaraan listrik karena selain ramah lingkungan, ini dilakukan karena mobil listrik juga memiliki banyak keunggulan dibandingkan mobil berbahan bakar bensin atau non-listrik.

“Kalau ditanya apa yang bikin Blue bird menggunakan electric vehicle untuk taksi, meskipun taksi elektrik harganya masih sama dengan taksi biasa, ini karena kendaraan listrik membantu mengurangi emisi, zat buang,” jelas Noni dalam acara “Ngobrol Bersama Wartawan” di Jakarta Pusat, Minggu (8/9/19).

Ia juga mengakui keunggulan lain dari mobil listrik, salah satunya adalah lebih hemat biaya perawatan atau maintenance. Selain itu, ia juga menyebut keamanan dan kenyamanan kendaraan menjadi pertimbangan untuk menyediakan mobil listrik sebagai angkutan umum.

Noni Purnomo mengajak masyarakat agar tidak takut menggunakan layanan e-taxi milik Blue Bird di Bandara Soekarno Hatta. Dia mementahkan kekhawatiran mobil mati ketika terjebak di kemacetan Jakarta.

“Enggak mati di tengah jalan, karena mobil ini yang kita pilih bisa jalan sampai 400 kilometer, sedangkan rata-rata taksi biasanya 200-an kilometer,” ujar Noni di Jakarta, Minggu (8/9).

Hal lain yang dia sanggah adalah kekhawatiran mobil listrik akan mogok saat banjir. Noni menilai semua jenis mobil akan mengalami hal sama ketika menghadapi banjir.

Ke depannya Noni berharap kendaraan listrik bukan hanya akan tersedia di bandara dan kota Jakarta, namun juga di beberapa kota lainnya di Indonesia.

Namun, Noni juga mengatakan bahwa untuk membuat mobil listrik lebih banyak tersedia, masih cukup sulit. Ini dikarenakan ada berbagai kendala yang menghalangi, seperti mahalnya harga sebuah kendaraan listrik. Noni menyebut harga mobil istrik yang mahal ini tidak seimbang dengan biaya angkut yang dibebankan pada pelanggan Blue Bird.

“Perbandingan, sebenarnya mobil listrik tergantung model yang mana. Kalau pada saat ini, tipe ini sudah digunakan sebagai taksi. Jadi segi keamanan dan kenyamanan sudah terbukti. Tapi, memang mahal dibandingkan taksi biasa. Bisa lima setengah sampai enam kali lipat dari harga taksi biasa.” Jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa kendala lain datang dari sedikitnya jumlah tempat pengisian daya atau charging kendaraan listrik.

“Saat ini di Bandara masih ada satu, sementara di kantor kita baru ada delapan,” katanya.

“Kita butuh dukungan pemerintah sediakan lebih banyak charging station,” serunya.

IMG_20190909_005915

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden No. 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan. Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator 16 bandara di Indonesia juga mendukung pengembangan kendaraan bermotor listrik.

PT Angkasa Pura II memperkenalkan sejumlah kendaraan listrik di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta seiring dengan pengembangan kendaraan bermotor listrik (Electric Vehicle/EV) yang tengah gencar diserukan di Indonesia. Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta sudah mengoperasikan beberapa jenis kendaraan bermotor listrik untuk mendukung pelayanan kepada penumpang serta operasional bandara.

(jasmine/sumber: cnbcindonesia.com dan merdeka.com/foto: merdeka.com).

loading...