Angkasa Pura 2

Sopir Pusing Nguber Duit Buat Bayar Cicilan Bajaj

KoridorSenin, 9 September 2019
892019123845

BEKASI (BeritaTrans.com) – Menjadi sopir Bajaj merupakan pilihan Saun untuk menghidupi keluarga.

Profesi itu ditekuni warga Duren Jaya di Gang 5, RT 02 R2 03, Kota Bekasi, tersebut setelah tak lagi bekerja di pabrik garmen di Karawang. Pabrik itu bangkrut dan dia kena PHK.

Dari penghasilan menjajakan jasa transportasi tersebut, dia menuturkan harus dibagi-bagi untuk menafkahi keluarga dan membayar cicilan kredit Bajaj sebesar Rp2.250.000.

Saat taksi dan ojek online belim merebak, kebutuhan biaya itu dapat diturupi dari pendapatan menyediakan jasa angkutan Bajaj. “Sehari bisa 10 kali narik penumpang. Tapi sekarang paling dua kali narik. Kebanyakan Grab sama GoJek,” tuturnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, kemarin.

892019125631

Dia menuturkan dalam sehari mendapatka├▒ sekitar Rp50.000. “Kadang tidak dapat sama sekali biarpun lama-lama mangkal,” ungkap Saun.

Karena pendapatan dari Bajaj tidak mencukupi kebutuhan biaya, dia mengaku mencari tambahan pendapatan dari mengantar anak sekolah. Ada tiga pelajar harus diantar dan dijemput setiap hari-hari sekolah.

Dia setiap hari harus menghidupi istri dan dua anaknya yang masih duduk di bangku SMK swasta. Dia beruntung kedua anaknya membantu orang tua dengan bekerja serabutan, termasuk mencuci sepeda motor dan mobil di tempat orang lain.

“Saya bersyukur punya anak, yanh masih mau bantu-bantu orang tua,” tambah Saun.

Istrinya juga membantu pendapatan keluarga dengan bekerja sebagai tukang setrika pakaian di rumah tetangga.

Mereka sekeluarga tinggal di Duren Jaya, di rumah kecil sederhana yang tanahnya didapat dari pemberian orang tua.

(fahmi).

loading...