Angkasa Pura 2

Bercanda Bikin Video Kecelakaan, Eh Celaka Beneran, 3 Remaja Tewas Akibat Toyota Innova Tabrak Bus

Aksi Polisi KoridorRabu, 11 September 2019
images (62)

NGANJUK (BeritaTrans.com) – Saat beekendara memang sebaiknya fokus. Jangan becanda, apalagi becanda soal kecelakaan. Kejadian tragis di Nganjuk ini menjadi pelajaran berharga.

Media sosial digegerkan dengan sebuah tayangan video yang menampilkan sejumlah empat orang anak muda yang tengah menaiki mobil.

Video itu diduga merupakan rekaman para korban sebelum kecelakaan maut antara Toyota Kijang Innova dengan Bus PO Mira di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanya Wiranta membenarkan video yang viral itu dibuat mereka sebelum mobil Innova bernopol AE 567 SC itu menabrak Bus PO Mira bernopol S 7190 US di Jalan Raya Surabaya-Nganjuk, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Senin (9/9) siang. Tiga dari keempat orang di Innova tewas di tempat.

“Video tersebut memang ada. Dan kemungkinan diambil sebelum kecelakaan,” kata AKBP Dewa, saat dikonfirmasi, Selasa (10/9).

Dalam video itu terlihat mereka sempat melakukan candaan soal kecelakaan. Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, mulanya terlihat seorang perempuan mengenakan baju kuning sedang memakai make up. Wanita ini duduk di kursi tengah.

Selain itu ada pula dua laki-laki yang duduk di kursi depan, salah satu di antara mereka memegang kemudi, satu lainnya perekam video. Lalu, di bagian jok belakang, ada juga sesosok anak muda yang berbaju merah sedang tiduran.

Di tengah video, tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki yang melontarkan candaan tentang insiden tabrakan.

“Iki gaweo cerito gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita gik, kalau saya nanti nabrak-nabrak),” kata laki-laki yang tertidur di kursi paling belakang.

Kemudian, terdengar pula suara laki-laki lain yang menimpali candaan tersebut, dengan candaan tentang kecelakaan.

“Gawekno aku cerita nabrak-nabrak” (Buatkan saya cerita kecelakaan),” ujarnya, lalu terdengar pula sahutan tawa.

Dewa menjelaskan kecelakaan itu terjadi ketika Innova yang dikendarai Panji Wisnu Kusuma (21) melaju dari arah barat atau Madiun menuju ke timur atau Surabaya. Saat itu dia bersama tiga orang lainnya di dalam mobil tersebut.

Diduga, Panji mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Saat melaju di Jalan Raya Surabaya-Nganjuk tiba-tiba saja mengalami oleng dan berpindah lajur.

“Jadi memang sopir berkecepatan tinggi. Tiba-tiba pindah jalur begitu saja,” ujar AKBP Dewa.

Dari arah berlawanan tiba-tiba melaju Bus Mira yang dikemudikan Tri Surmayanto (53), warga Kabupaten Magelang Jatim.

“Bus yang berjalan dari arah timur ke barat diperkirakan melaju dengan kecepatan sedang, karena jarak sudah dekat dan tidak bisa menghindar lagi terjadilah kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Akibatnya kecelakaan tersebut, tiga orang penumpang Innova tewas, dengan rincian dua orang meninggal dunia di lokasi, satu lainnya di rumah sakit. Sementara satu penumpang Innova selamat dan mengalami luka ringan, yakni Tohir.

Kemudian juga sopir bus Tri Sumaryanto (53), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang juga mengalami luka ringan.

“Satu penumpang lainnya mengalami luka berat. Dan sopir bus mengalami luka ringan,” katanya.

Identitas korban

Berikut identitas korban kecelakaan maut di Nganjuk:

1. Vico Abdillah (22), Supir Mobil di Video

Di dalam video terlihat sosok pria yang menyetir mobil Toyota Innova tersebut.

Diketahui bahwa sosok tersebut bernama Vico Abdillah, warga Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Vico terlihat mengenakan baju biru di dalam video.

Ia duduk di kursi kemudi sembari menyetir kendaraan.

Setelah ditelusuri, Vico diketahui berstatus mahasiswa di Ponorogo.

Vico dikabarkan menjadi salah satu korban tewas dala kecelakaan maut tersebut.

2. Amalia Hestin Mugraheni (17), Wanita Berbaju Kuning

Selain Vico Abdillah, di video juga terlihat wanita berbaju kuning yang duduk di bangku tengah mobil.

Wanita tersebut diketahui bernama Amalia Hestin Mugraheni, warga Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Melalui video yang beredar Amalia sempat bermakeup di kaca spion mobil.

Ia juga tampak ceria ketika temannya merekam tingkahnya.

Amalia turut dikabakan menjad korban jiwa dalam laka maut ini.

3. Panji (21), Pria Berbaju Merah

Panji diketahui merupakan mahasiswa asal kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo.

Dalam video berdurasi 44 detik tersebut, Panji merupakan pemuda yang tiduran di bangku paling belakang mobil Innova.

Ia tampak memakai baju merah sembari memainkan ponselnya.

Tak banyak aktifitas yang ia lakukan di bangku paling belakang.

Namun anehnya, ketika kecelakaan terjadi, justru Panjilah yang berada di kursi pengemudi.

Hal ini pun masih menjadi pertanyaan kapan Panji mengambil alih kemudi mobil tersebut.

Sama dengan kedua rekannya, Panji juga diberitakan tewas dalam kecelakaan ini.

4. Tohir (22), Diduga Perekam Video

Tohir merupakan warga Desa Subokastowo Kecamatan Tambak Bayan Kabupaten Ponorogo.

Tohir dikabarkan menjadi sosok yang merekam aktifitas teman-temannya di dalam mobil.

Ia sesekalai memperlihatkan wajahnya, tampak ia mengenakan topi kala itu.

Saat video direkam, posisi Tohir berada di bangku sebelah kemudi, di samping RV.

Dalam video tersebut terdengar sosok yang berkata sebagai berikut:

Dalam video terdengar pembicaraan laki-laki itu: iki gaweo cerito gik. Lek aku nabrak-nabrak (Ini buat cerita gik, kalau aku -nanti- nabrak-nabrak)

Kata-kata tersebut diduga diucapkan oleh Tohir.

Bernasib lebih mujur, Tohir dikabarkan selamat dari kecelakaan maut tersebut dan hanya mengakami luka ringan.

(via/sumber: cnnindonesia.com dan tribunnews.com/foto: tribunnews.com.

loading...