Angkasa Pura 2

Gandeng Jepang, Balitbanghub Riset Peluang Partisipasi Swasta Bangun & Kelola Bandara

Bandara LitbangRabu, 11 September 2019
811201995814

BADUNG (BeritaTrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan menggelar Focus Group Discussion untuk mengeksplorasi peluang partisipasi swasta dalam pembangunan dan pengelolaan bandara udara (bandara).

Perhelatan bertema Acceleration of Government Cooperation with Business Entities for Airport Infrastructure Development in Indonesia, itu dibuka Kepala Balitbanghub Sugihardjo, Rabu (11/9/2019), di Kuta, Bali.

Dalam FGD, yang merupakan hajat kerja sama dengan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) Jepang, itu hadir Kepala Puslitbang Transportasi Udara Balitbanghub, Moh. Alwi, Kapuslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan Sahattua P Simatupang dan Kapuslitbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Baitul Ikhwan.

Hadir pula antara lain 20 anggota delegasi MILT Jepang, serta unsur Ditjen Perhubungan Udara, BKPM, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) , PT Penjamin Infrastruktur Indonesia, PT Angkasa Pura I dan II, serta kalangan pebisnis.

811201995843

811201995949

Dalam sambutannya, Kepala Balitbanghub menjelaskan tujuan penyelenggaran FGD adalah wadah bagi para stakeholders terkait untuk menggali potensi keterlibatan pihak swasta dalam pengembangan bandara dan memformulasikan key sucess factors, yang akan mendorong akselerasi implementasi kerja sama pemerintah dan badan usaha dalam pengembangan bandara di Indonesia.

Suguhardjo menuturkan: “FGD ini merupakan bagian dari joint research antara Puslitbang Transportasi Udara dengan MILT Jepang. Sebagai rangkaian awal joint research adalan benchmarking ke Jepang, 17-21 Juni 2019, yang diikuti oleh delegasi berunsur Kemenhub, Bappenas, PT Angkasa Pura I dan II”.

Pada benchmarking tersebut, dia menjelaskan selain digelar FGD, yang diselenggarakan MILT, juga obseřdan diskusi dengan pihak operator Bandara Haneda dan Sendai.

Mantan Sekjen Kementerian Perhubungan itu menuturkan mengingat kebutuhan pemerintah untuk pembiayaan pada banyak sektor strategis, perlu adanya terobosan strategi pendanaan dengan melibatkan pihak swasta, termasuk dalam sektor infrastruktur.

Jepang menjadi contoh pembelajaran bagi Indonesia berdasarkan pengalaman keberhasilan dalam penerapan kebijakan skema Public Finance Initiatives di empat bandara yakni Sendai, Kansai, Takamatsu, dan Fukuoka.

“Hingga tahun 2021, pemerintah Jepang merencanakan akan menambah tujuh bandara untuk dikelola sepenuhnya oleh pihak swasta,” ujar Sugihardjo.

Melalui joint research itu, dia mengutarakan dapat dirumuskan suatu rekomendasi untuk percepatan implementasi kerja sama pemerinrah dengan badan usaha dalam pengembangan bandara di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Puslitbang Transportasi Udara Balitbanghub, Moh. Alwi menjelaskan FGD terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama menghadirkan presentasi antara lain dari Puslitbang Transportasi Udara dengan topik Laporan Hasil Joint Research, dan Ditjen Perhubungan Udara denhan tema Strategi Pengembangan Bandara dengan Menggunakan Skema KPBU di Indonesia.

8112019993

Pada sesi kedua, menghadirkan lima pembicara dari Jepang, untuk menyampaikan implementasi kebijakan Public Finance Initiatives di bandara-bandara Jepang.

Pembicara dari Negeri Sakura itu yakni Minoru Takeuchi dari MLIT Jepang, Masahiro Yoshini (Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development), Yukimitsu Imaizumi (Tokyo Kanetsu KK), Tadahiro Masumoto (Kansai International Airport) dan Akio Takayasu (MILT).

(awe).

loading...