Angkasa Pura 2

Menhub Ajak Insan Perhubungan Indonesia Lawan Hoax

SDMRabu, 11 September 2019
IMG-20190911-WA0026

IMG-20190911-WA0027

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan ajak melawan hoax atau informasi yang tidak jelas kebenarannya dalam keseharian utamanya terkait transportasi.

Kemenhub hari ini (11/9/2019) menggelar acara seminar melawan hoax dengan tema ‘Ketika Kerja Keras Saja untuk Membangun Bangsa Tidak Cukup’ dipimpin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta.

“ Untuk melawan hoax kita harus berpersepsi yang sama tentang itu. Makannya sekarang ini kita undang semua insan perhubungan dari Papua hingga Aceh untuk mengedukasi dan menjelaskan hoax bisa menjadi cara orang untuk menjatuhkan orang lain. Walaupun ada juga yang positif untuk membangun. Kalau kritik yang membangun maka kita gunakan itu sebagai upaya memperbaiki diri, tetapi kalau itu memang hoax kami mengajak semua insan perhubungan ini memberikan jawaban,” urai Menhub.

Menhub menjelaskan, seluruh insan perhubungan harus membangun dan meningkatkan kebanggan sebagai orang Indonesia. Selain itu juga harus bangga dan senang dengan pekerjaan yang dilakukan.

“Kita ini harus membangun dan meningkatkan kebanggan sebagai orang Indonesia. Kita juga harus mencintai kerjaan kita dan saya membuat suatu yang baik untuk bangsa ini. Kebanggaan ini harus dibuat secara sitematis, kalau kita bangga kerja akan terasa seperti main. Namun kalau enggak senang dan enggak bangga waktu akan terasa lama,” ucapnya.

Dalam acara seminar tersebut diputarkan video yang menyadarkan seluruh masyarakat bahwa transportasi menjadi nadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu menandakan transportasi telah hadir untuk masyarakat hingga kepelosok negeri.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati mengatakan, saat ini hoax menyerang di dua lini penting yaitu kinerja pemerintah dan politik identitas.

Hoax dapat dilawan dengan cara mengedukasi dan sosialisasi dari lini paling bawah, dari anak-anak hingga orang tua.

“Dari hasil survei dan kajian yang paling penting adalah melakukan edukasi sosialisasi dari lini paling bawah, anak-anak sampai keluarga inti, guru bahkan tokoh-tokoh masyarakat. Jadi itu yang saya lihat paling penting adalah upaya-upaya pencegahan,” ungkap dia.

Kata dia, jangan sampai kinerja pemerintah rusak hanya karena hoax. Edukasi media digital menjadi sangat penting saat ini untuk masyarakat, pasalnya teknologi seperti dua sisi mata uang yang bisa menjadi barang membahayakan, tapi sangat mampu membantu kinerja pemerintah.

“Kita bicara soal isu transportasi ini tentang bagaimana media digital bisa membantu kita secara produktif membantu kita untuk mempromosikan kinerja-kinerja pemerintah dan membantu kita juga untuk melawan hoax yang membahayakan. Sehingga perlu dilakukan edukasi,” kata dia.

Selain itu Adita juga memberikan tips melawan hoax. Pertama dengan menyaring informasi sebelum menshare, kedua melihat alamat website yang memberikan informasi jika blog free diharukan mencari info yang lebih akurat.

Ketiga cek tanggal atau tahun berita dan infromasi yang diterima apakah masih relevan atau tidak dan terakhir apabila informasi diterima dari media massa dilihat dahulu apakah benar dengan mengecek alamat redaksi di halaman web-nya.

Bukan hanya dari Adita, tips mencegah hoax juga diberikan oleh Penggiat Media Sosial Kang Dede. Kang Dede menyatakan untuk melawan hoax perlunya respon cepat hal tersebut dari instansi resmi atau bisa melihat website fakta.com, trunbackhoax.id atau situs resmi pemerintah yaitu stophoax.id.

“Institusi itu sendiri harus meredam dan melawan hoax dengan cara membuat respon secepatnya. Atau saat ini sudah banyak aplikasi yang peduli memberantas hoax seperti Fakta.com, turnbackhoax.id dan stophoax.id,” tuturnya.

Seminar tersebut dimoderatori oleh Gading Marten dan dihadiri oleh 500 lebih insan tranportasi dari seluruh Indonesia. Diharapkan acara ini dapat mengedukasi seluruh insan perhubungan. (omy)

loading...