Angkasa Pura 2

Aturan Ganjil Genap di Jakarta Paling Lama 2 Tahun Diganti ERP

Another News Galeri KoridorJumat, 13 September 2019
Ganji-genap

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan, aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap bukan aturan final untuk mengendalikan kendaraan di Jakarta.

Aturan ganjil genap paling lama diberlakukan 2 tahun ke depan. Setelah itu, aturan ganjil genap akan digantikan dengan congestion pricing atau jalan berbayar (electronic road pricing/ERP).

“Ganjil genap ini hanya kebijakan antara, paling lama 1-2 tahun ini sudah digantikan dengan congestion pricing (ERP),” ujar Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (12/9/2019).

Aturan ganjil genap saat ini diberlakukan di 25 ruas jalan di Jakarta. Aturan ini berlaku pada Senin-Jumat, pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Aturan ganjil genap tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Aturan ganjil genap diberlakukan sebelum Pemprov DKI Jakarta menerapkan ERP.

Pemprov DKI sebenarnya sudah melelang proyek ERP pada 2019 ini. Namun, lelang itu dibatalkan untuk mengikuti pendapat hukum Kejaksaan Agung. Kejaksaan Agung meminta lelang proyek ERP diulang.

Sebab, ada hal prinsip yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengkaji ulang proyek ERP pada 2020.

“Sesuai legal opinion dari Kejaksaan Agung, kita harus lakukan kaji ulang terhadap seluruh dokumen yang ada,” kata Syafrin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan melelang ulang proyek ERP untuk mengikuti pendapat hukum Kejagung.

Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta membahas penggunaan teknologi yang paling tepat untuk ERP bersama Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Tujuannya, ERP yang diterapkan di Jakarta nantinya akan menggunakan teknologi terbaru. (ds/sumber antara)