Angkasa Pura 2

Lagi Garong Ikan di Anambas, Kapal TFA Asal Vietnam Ditangkap

Kelautan & PerikananJumat, 13 September 2019
Screenshot_20190913_212508

ANAMBAS (BeritaTrans.com) – KRI Cut Nyak Dien-375 menangkap satu kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di wilayah perairan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, karena diduga melakukan pencurian ikan secara ilegal tanpa dilengkapi surat surat kapal di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Internasional (ZEEI), Kamis (12/9).

Kapal bernama TFA 063 dengan Tonage ±42.71 GT tersebut dinakhodai oleh pria bernama Bui Van Ngo berikut empat Anak Buah Kapal (ABK). Kelimanya berkewarganegaraan Vietnam.

Usai ditangkap, kapal dan kelimanya langsung diserahkan oleh Komandan KRI Cut Nyak Dien-375, Letkol Laut (P) Amin Wibowo kepada Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tarempa, Letkol Laut (P) Nur Rochmad untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

“Mereka melanggar UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, Pasal 27 ayat 2, Pasal 35 A ayat 2 Jo Pasal 93 ayat 2,4 Mengenai Kapal Ikan Asing,” kata Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Nur Rochmad, melalui siaran pers yang diterima Antara, Kamis malam.

Menurut Rochmad, seluruh unsur TNI AL akan terus meningkatkan patroli terutama di perairan perbatasan Indonesia, demi menjaga kedaulatan NKRI dari kapal asing yang menjarah hasil laut negeri ini.

Dia juga menegaskan tidak akan tebang pilih terhadap penegakan hukum baik bagi kapal ikan asing maupun kapal asing lainnya yang masuk ke wilayah perairan Indonesia, tanpa dilengkapi dokumen yang lengkap atau sah.

“Kami tidak tebang pilih, semua yang melanggar akan diperiksa, ditangkap, dan diproses hukum,” tegasnya.

Banyak kapal Vietnam ngegarong

Sebelumnya Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) Susi Pudjiastuti bakal berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri terkait banyaknya kapal asing yang memasuki Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE) di perairan Natuna Utara.

“Ini nanti saya akan berkoordinasi dengan Kemenlu terkait hal ini. Jadi nanti saya akan menyampaikan data tentang kapal asing di perairan Natuna Utara kepada Ibu Menlu supaya Ibu Menlu melayangkan nota protes kepada Vietnam,” kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Susi menyatakan, pelayangan nota protes ini dilakukan untuk membuktikan rasa keberatan RI atas 13 kapal patroli Vietnam yang memarkir kapalnya sepanjang tahun 2019 memasuki ZEE dan melewati overlapping area.

Overlapping area adalah batas atas kontinen dengan ZEE.

Sementara itu Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa menambahkan, garis-garis tersebut adalah batasan yang telah disepakati oleh Indonesia Vietnam sejak tahun 2003. Sehingga kapal-kapal Vietnam baik kapal pengawas perikanan maupun kapal perikanan tangkap dilarang memasuki batas ZEE.

“Jadi 91 persen kapal Vietnam tertangkap oleh aparat penegak hukum kita. Tempatnya bukan di overlapping area, tapi 80 persennya masuk ke ZEE kita. Yang di overlapping area hanya beberapa persen saja dari yang ditangkap secara keseluruhan,” kata pria yang kerap disapa Ota itu, di kesempatan yang sama.

Menurut dia, alasan Vietnam memarkir kapal-kapalnya di area tersebut ada 2 kemungkinan.

Kemungkinan pertama adalah bentuk intimidasi. Kemudian yang kedua karena kapal pengawas tersebut siap mengawal kapal-kapal ikan Vietnam yang masuk ke wilayah perairan Natuna.

(via/sumber: antaranews.com).

loading...