Angkasa Pura 2

Batal Mendarat karena Kabut Asap, Trans Nusa 681 dan Lion Air JT 310 Kembali ke Bandara Asal

Bandara KokpitSabtu, 14 September 2019
WhatsApp-Image-2019-09-04-at-22.28.45.jpeg

Banjarmasin (BeritaTrans.com) – Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan kembali diselimuti kabut asap pekat pada Sabtu (14/9/2019) pagi.

Akibatnya, dua pesawat yang sedianya akan mendarat, kembali ke bandara asal. Ini dikarenakan jarak pandang di landasan pacu hanya berjarak 50 meter.

Dua penerbangan tersebut adalah Trans Nusa 681 yang harus kembali ke Balikpapan dan Lion Air JT 310 yang terpaksa kembali ke Surabaya.

“Visibility (jarak pandang) pagi ini hanya 50 meter. Posisi mereka ini sudah terbang, terpaksa kembali ke bandara asal,” ujar Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Aditya Putra Patria saat dihubungi, Sabtu.

Selain itu, ada dua penerbangan lainnya yang sedianya mendarat lebih awal harus mengitari langit Banjarmasin selama 20 menit menunggu kabut asap mereda.

Pesawat tersebut yakni Lion JT 320 dari Jakarta, dan Garuda Indonesia GA 350 juga dari Jakarta.

“Yang dua itu juga sudah terbang, tapi sempat holding 20 menit di udara, setelah aman baru mendarat,” tutur Aditya.

Selain mengganggu jadwal kedatangan, kabut asap juga mengakibatkan satu penerbangan mengalami ketertundaan keberangkatan atau delay dari Banjarmasin.

“Yang delay cuma satu, itu GA 533 tujuan Jakarta,” ucapnya.

Menurut Aditya, kabut asap pekat kerap menyelimuti bandara pada Sabtu pagi ini. Namun, pada siang hari kabut asap mulai menipis sehingga jadwal penerbangan berangsur normal.

“Pagi yang parah, tapi kalau sudah agak siang, walaupun masih ada kabut asap, tapi sudah bisa pesawat mendarat karena visibility sudah di atas 1.000 meter,” tuturnya.

Terganggunya jadwal keberangkatan dan kedatangan di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, bukan kali ini saja terjadi.

Dalam sepekan, setidaknya sudah tiga kali jadwal penerbangan terganggu akibat kabut asap.(lia/sumber:kompas, foto:net)

loading...