Angkasa Pura 2

FGD Balitbanghub: Pergerakan Pesawat, Penumpang dan Kargo di Bandara Komodo Naik Signifikan

Bandara LitbangSenin, 16 September 2019
8162019131753

MANGGARAI BARAT (BeritaTrans.com) – Sebagai bagian dari elemen Kementerian Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) ikut memikul tanggungjawab untuk bekerja cepat dalam meraih investor untuk pengembangan dan pengelolaan Bandara Komodo.

Bandara tersebut menjadi program pertama Kementerian Perhubungan, yang melibatkan investor dalam mengembangkan dan mengoperasikan bandara. Karenanya Balitbanghub selain mengadakan riset, secara paralel menawarkan bandara itu ke investor Jepang.

Dengan menggandeng Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) Jepang, Balitbanghub menggelar riset dan Focus Group Discussion (FGD) bertema Acceleration of Government Cooperation with Business Entities for Airport Infrastructure Development in Indonesia.

Riset dan forum diskusi itu digelar di Jepang, juga di Bali dan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 20 anggota delegasi Jepang diboyong melihat langsung bandara tersebut, Jumat (13/9/2019).

8162019131934

BeritaTrans.com dan Aksi.id, yang ikut dalam rombongan Balitbanghub dan delegasi Jepang tersebut, melihat bandara ini memang ramai turis mancanegara. Turis hilir mudik melalui bandara tersebut untuk menikmati kekayaan destinasi wisata di kawasan Labuan Bajo, seperti komodo dan spot-spot untuk menyelam.

Saat FGD di Labuan Baju, Kepala Bandara Komodo, IK Gunarsa, mengemukakan arus pesawat, penumpang dan kargo mengalami peningkatan signifikan sejak tahun 2017. Pada tahun 2017, ternyata 7.798 bergerak pesawat, 481.634 penumpang dan 628.944 kilogram kargo.

Tahun 2018, 10.094 pergerakan pesawat (naik 29,4 persen), 617.557 penumpang (naik 28,2 persen) dan 833.858 kilogram kargo (naik 24,4 persen). Sedangkan tahun 2019, hingga Juni tercatat 896 pergerakan pesawat, 63.937 penumpang dan 38.225 kilogram kargo.

8162019131647

816201913195

Di FGD, yang dihadiri Kepala Puslitbang Transportasi Udara Balitbanghub, Moh. Alwi, Sekretaris Balitbanghub Rosita Sinaga dan Kepala Puslitbang Transpirtasi Darat Baitul Ikhwan, itu Gunarsa mengutarakan ada enam maskapai penerbangan beroperasi setiap hari.

Maskapai itu yakni Garuda Indonesia, Citilink, NAM Air, Batik Air, Wings Air, dan TransNusa. Mereka terbang ke destinasi, Bandara Soekarno-Hatta, Denpasar, Surabaya, Kupang, Lombok Praya, Kupang, Bajawa, Maumere,, Bajawa dan Makassar.

8162019131821

8162019132731

Terminal dan runway

Bandara kelolaan Ditjen Perhubungan Udara itu memiliki dimensi runway 2.250 meter X 45 meter, dengan kekuatan PCN 55F/C/X/T, dan dilapisi aspalt.

Taxiway berdimensu 97 meter X 23 meter dilapisui asplat dengan kekuatan PCB 55 F/C/Y/T. Sedangkan apron berdimensi 310 meter X 100 meter dengan dengan kekuatan PCN 55F/C/X/T, dan dilapisi aspalt.

Di bandara di area seluas 96,2 meter inu tedapat terminal penjmlang seluas 9.687 meter dan area parkir 7.300 meter. Dibutuhkan are seluas 18,9 hektar lagi untuk pengembangan Bandara Komodo.

Sementara itu, Agus Saptono, yang memaparkan skema pendanaan infrastruktur di Kementerian Perhubungan, mengungkapkan nilai proyek pengembangan Bandara Komodo memburuhkan investasi sekitar Rp1,170 triliun.

Sebelumnya Terminal Penumpang Bandara Komodo diresmikan Presiden Jokowi, Minggu (27/12/2015). Infrastruktur transportasi semula bernama Bandara Mutiara II ditagetkan Jokowi penyelesaian pengembangan landasan pacu Bandara Komodo Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2020. Begitu juga dengan pengembangan terminal di bandara tersebut.

“Yang ingin kita percepat, pertama bandara, terminal akan kita besarkan, landasan pacu diperpanjang, maksimal tahun depan sudah rampung semua,” tutur Jokowi, Rabu (10/7/2019).

Terlebih, Jokowi mengatakan dua tahun lalu ingin memunculkan 10 destinasi Bali Baru. Untuk mewujudkan hal tersebut, Jokowi mengatakan asa beberapa hal yang menjadi prioritas salah satunya bandara di Labuan Bajo.

Sementara itu, Menteri Perhubungaan Budi Karya Sumadi mengemukakan pengembangan Bandara Komodo akan dilakukan dengan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Pelaksanaan KPBU direncanakan akan memiliki masa kerja sama selama 25 tahun,” ungkap mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu.

(agus awe).

816201913302

← Artikel Sebelumnya
loading...