Angkasa Pura 2

Kemenhub Harap BBM Subsidi Tetap Ada untuk KA Barang

EmplasemenSenin, 16 September 2019
IMG-20190916-WA0054

IMG-20190916-WA0052

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi menilai bila rencana penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada kereta api (KA) angkutan barang terealisasi, maka efeknya akan mengurangi jumlah pelanggan.

“Bila diwajibkan menggunakan BBM non subsidi berarti biayanya akan naik, bisa saja dibebankan juga sebagian selisihnya kepada pengguna bisa yang akhirnya harga jadi meningkat. Kalau meningkat maka porsi yang kami harapkan angkutan KA barang semakin meningkat dan angkutan jalan semakin menurun, itu justru akan terjadi sebaliknya,” ujar Cris saat menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019).

Pihaknya berharap, wacana segera diputuskan untuk angkutan barang dan KA barqang agar tetap diperbolehkan menggunakan BBM subsidi.

Apalagi keinginan untuk mengalihkan angkutan barang dari jalan raya ke moda lainnya baik melalui KA maupun angkutan laut dapat direalisasikan.

Hal itu mengingat secara nasional porsi atau share angkutan barang dengan truk/tangki/angkutan jalan yaitu 90,4%. Sedangkan KA hanya 0.6% dan ini pun dominasinya pada angkutan batu bara di Sumatera Selatan.

Saat ini angkutan KA barang secara umum harganya kurang bersaing dengan angkutan jalan, karena harus membayar TAC (Track Access Charge).

“Sedangkan angkutan jalan tidak ada biaya tambahan, selain itu angkutan kereta barang juga dikenakan PPN sebesar 10%,” ungkap dia.

Kata Cris, bila ingin mencari peluang untuk penurunan subsidi BBM tidak harus menyasar kepada angkutan KA barang.

“Artinya kalau ingin mencari peluang untuk menurunkan subsidi misalnya dibebankan kepada KA barang, maka saya khawatirnya itu justru bukan menurunkan subsidi bahkan akan meningkat pada angkutan jalan, karena tadinya orang sudah menggunakan KA justru akan berpindah ke angkutan jalan,” ujar Cris. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari