Angkasa Pura 2

Sterilisasi Jalur Kereta di Jabodetabek Masih Minim

EmplasemenSenin, 16 September 2019
images

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sejumlah kecelakaan masih terjadi di perlintasan sebidang maupun di jalan tembus permukiman warga yang kerap kali memakan korban jiwa. Sterilisasi jalur kereta di wilayah Jabodetabek dinilai masih minim.

Sejumlah titik jalan di Jakarta, masih banyak pemukiman warga yang menempel dengan pagar rel, hal tersebut diperburuk dengan masyarakat yang kemudian membuat jalan menembus rel.

Kawasan disekitar Bandengan-Pekojaan-Pebjaringan tercatat masih belasan perlintasan liar banyak bermunculan.

“Dulu pernah ditutup, tapi setahun lalu dibuka lagi sama warga,” ungkap Munir, Ketua RT setempat di kawasan Pekojaan, Tambora, Jakarta Barat. Munir juga menambahkan adanya perlintasan liar membantu aktivitas warga. Sebab tanpa perlintasan warga harus memutar jauh hingga ke kawasan Bandengan.

Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat sejak awal hingga pertengahan 2019, di kawasan Daop 1 PT KAI, sedikitnya ada 82 orang meninggal dunia, 76 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan di perlintasan kereta api.

Puluhan orang meninggal itu tercatat karena 65 kecelakaan yang terjadi di perlintasan yang dijaga dan 174 kejadian di perlintasan yang tak dijaga.
Sementara untuk perlintasan di jalur kereta api, Ditjen Perkeratapian Kemenhub mencatat ada sebanyak 466 perlintasan luar di Daop 1, 50% lebih, atau 212 di antaranya merupakan liar.

Sementara untuk yang resmi, mereka mencatat 126 perlintasan dikelola Daop 1, sebanyak 30 perlintasan dikelola Pemerintah Daerah (Pemda), 20 perlintasan dikelola swasta, dan 78 lainnya tidak dijaga Meskipun tercatat resmi.

Pemprov DKI sendiri mengakui pihaknya kini masih mengupayakan menutup sejumlah perlintasan. Pembangunan flyover maupun underpass dilakukan secara berkesinambungan. “Kita lakukan secara bertahap perlahan dengan mengajak SKPD lain,” ungkap Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Syafrin menuturkan, pembangunan flyover dan underpass dilakukan oleh Dinas Bina Marga atas rekomendasi Dishub. Sementara untuk penutupan pihaknya melakukan setelah melihat beberapa pertimbangan, mulai dari ketersedian jalur alternatif dan kondisi mendesak.

Pada 2019 ini, Syafrin mengungkapkan, ada sebanyak 20 perlintasan kereta api di Jakarta yang akan ditutup. Penutupan itu akan dilakukan bertahap agar masyarakat tak terkejut.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, sepanjang 2018 hingga 2019 telah dilakukan penutupan sebanyak 311 titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Meskipun penutunan perlintasan bukan kewenangan PT KAI, namun, langkah yang dilakukan KAI demi mengukur keselamatan bertransportasi.

“Pastinya bahwa memang perlintasan ini pertama jangan sampai muncul lagi perlintasan tak resmi ini. Seringkali di luar dari pengawasan membuat perlintasan untuk jalan lalu dibuka untuk motor, lalu mobil,” kata Edi beberapa waktu lalu.

Edi mengakui untuk menutup diperlukan solusi mengganti perlintasan sebidang, karenanya dia mendukung perlintasan dengan diganti underpass atau flyover. [dan/sindonews.com/foto: ilustrasi/merdeka.com]

loading...