Angkasa Pura 2

Bantuan Ditjen Hubla, Kapal Banawa Nusantara 98 Segera Layari Karimunjawa-Pulau Parang-Pulau Nyamuk

DermagaSelasa, 17 September 2019
images (4)

JEPARA (BeritaTrans.com) – Kapal bantuan daei Ditjen Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melayani warga Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

Kapal diperkenalkan kepada masyarakat di Pelabuhan Penyeberangan Pantai Kartini Jepara pada Selasa, 17 September 2019.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara, Deni Hendarko, mengatakan, kapal bantuan bernama Kapal Motor (KM) Banawa Nusantara 98. Kapal akan melayani jalur pelayaran rakyat Karimunjawa-Pulau Parang-Pulau Nyamuk.

“Kami berharap kapal ini bisa mendukung pengembangan pariwisata di Karimunjawa dan seluruh pulau-pulau yang ada. Juga memudahkan akses transportasi bagi masyarakat di Desa Nyamuk dan Desa Parang,” ujar Deni, di Pelabuhan Kartini Jepara, Selasa, 17 September 2019.

KM Banawa Nusantara 98 mulai berlayar ke Karimunjawa per hari ini. Selanjutnya, kata Deni, kapal langsung beroperasi melayani penyeberangan masyarakat Karimunjawa-Pulau Parang-Pulau Nyamuk.

KM Banawa Nusantara 98 merupakan kapal kayu untuk penumpang. Dimensinya memiliki panjang mencapai 17,65 meter dengan lebar empat meter dan bobot 34 GT (Groos Ton). Kapal digerakkan dengan mesin Isuzu Marine berkekuatan 210 tenaga kuda.

Kapasitas penumpangnya 24 penumpang ditambah 5 orang awak kapal dengan muatan maksimal sebanyak 10 ton. Kapal juga memiliki tangki air tawar dengan kapasitas 250 liter dan tangki bahan bakar dengan kapasitas 1 ton.

“Sedangkan kecepatan maksimalnya bisa mencapai 9-10 knot. Klasifikasi memang masih merupakan kapal kayu kelas I-II dan hanya digunakan untuk pelayaran terbatas,” tandas Deni.

Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi, berharap operasional kapal memudahkan aktivitas masyarakat. Hibah kapal dianggap sebagai bentuk kepedulian pemerintah mewujudkan satu kesatuan wilayah Indonesia.

“Bantuan harus bisa memberi dampak bagi pengembangan pariwisata di Karimunjawa terutama menjadi lokomotif perekonomian bagi Jepara. Dimulai dari Karimunjawa dan selanjutnya terus berkembang ke semua wilayah,” imbuhnya.