Angkasa Pura 2

Beberapa Bandara masih Ditutup, Ditjen Hubud Terus Pantau Dampak Kabut Asap

Bandara KokpitRabu, 18 September 2019
20190915_123516

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Beberapa bandara di wilayah Sumatera dan Kalimantan masih ditutup. Ditjen Perhubungan Udara terus pantau dampak kabut asap.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengatakan, hingga kini Ditjen Hubud juga terus berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara serta stakeholder penerbangan yang wilayahnya terdampak asap.

“Kami akan terus memonitoring dan melaporkan kondisi yang terjadi di masing-masing bandara terdampak. Personel di bandara agar terus siaga dan waspada,” tegas Polana di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Polana menambahkan, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini banyak penerbangan yang tertunda ataupun dibatalkan, langkah ini diambil demi menjamin keselamatan.

Berdasarkan data yang diperoleh, beberapa layanan bandara di Sumatera dan Kalimantan ditutup sementara karena visibility yang belum terpenuhi sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) yang dikeluarkan AirNav Indonesia yakni Bandar Udara APT Pranoto Samarinda NOTAM No C8518/19 NOTAMN dengan visibility 2.500 m, Bandar Udara Melalan, Melalak dengan NOTAM No C8521/19/NOTAMR C8505/19 dengan visibility 700 m

Selanjutnya Bandara Rahadi Oesman Ketapang NOTAM No, c8520/19/NOTAMN dengan visibility 2.500 m, Bandara H.Asan Sampit NOTAM No C8524/19/ NOTAMN dengan visibility 700 m, Bandara Sanggu Buntok NOTAM No C8526/19 NOTAMN visibility 200 m, Bandara Pangsuma, Putussibau NOTAM No C8525/19/NOTAM visibility 2.000 m, serta Bandara Letung Anambas NOTAM No C8522/19/NOTAMN visibility 3.500 m.

Kendati ada beberapa layanan di bandara yang ditutup, bandarq lainnya seperti Kalimarau di Berau Kalimantan Timur visibility sudah mengalami kemajuan.

Menurut keterangan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Bambang Hartanto, cuaca di Berau, pada Selasa (17/9/2019) cerah dibandingkan beberapa hari yang lalu.

“Alhamdulilah, kami dapat info dari METAR QAM pada pukul 07.00 WITA, visibility baru saja terpenuhi yaitu 3500 meter, semoga kondisi ini terus membaik,” ungkap Bambang.

Dengan terpenuhi visibility ini, tidak menutup kemungkinan penerbangan akan kembali normal.

“Karena baru hari ini, belum ada pesawat yang melakukan take off maupun landing, masih menunggu cuaca kembali normal,” tuturnya. (omy)

loading...