Angkasa Pura 2

Indonesia Segera Kirim Balik 547 Kontainer Sampah ke Negara-Negara Barat

Dermaga Lingkungan & KehutananKamis, 19 September 2019
5d8202679c7da

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia akan mengirimkan kembali 547 kontainer sampah ke negara-negara Barat setelah mendapati sampah-sampah itu tercemar oleh plastik bekas dan bahan-bahan berbahaya.

Direktur Jenderal Bea Cukai Indonesia Heru Pambudi mengatakan sembilan kontainer berisi 135 ton sampah akan dikirim balik ke Australia pada Kamis (19/9/2019), dengan menggunakan kapal yang sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kontainer-kontainer itu termasuk di antara 156 kontainer yang tadinya ditahan di pelabuhan dan segera dipulangkan kembali ke AS, Selandia Baru, Spanyol, Belgia dan Inggris.

“Ini konsistensi pemerintah sampah plastik kami akan reekspor,” ujarnya di Terminal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Kesembilan kontainer sampah plastik ini merupakan bagian dari 102 kontainer sampah plastik yang sebelumnya diimpor oleh PT HI untuk keperluan industri pengolahan plastik.

Namum saat Bea Cukai Tangerang bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemeriksaan bersama tanggal 14, 15 dan 29 Agustus 2019, 23 kontainer di antaranya terkontaminasi sampah/limbah B3.

Pambudi mengatakan, pemerintah telah menunda pemrosesan lebih dari 2.000 kontainer di beberapa pelabuhan sejak Juli. Sejauh ini, pemerintah telah mengirim pulang 331 di antara jumlah itu, sementara 216 lainnya akan menyusul.

Ia mengatakan, pemerintah masih akan memeriksa sisanya.

Langkah pemerintah ini diambil menyusul munculnya banyak kecaman terkait laporan-laporan bahwa Asia Tenggara merupakan lahan pembuangan sampah negara-negara maju.

Heru memastikan, negara tidak sama sekali menanggung biaya ekspor kembali sampah-sampah plastik tersebut.

“Biaya ditanggung perusahaan yang impor,” kata dia.

Sampah impor meningkat

Sebelumnya Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Prigi Arisandi mengatakan, terdapat peningkatan volume impor kertas bekas 739.000 ton per tahun pada 2018 dibanding 546.000 ton pada 2017 untuk bahan baku pabrik kertas di Jawa Timur.

3287012907

“Dari 12 perusahaan kertas di Jawa Timur, lima perusahaan kami survei dan jumlah plastik yang ditemukan dalam waste paper 10 persen sampai 30 persen,” kata Prigi dalam keterangannya, Selasa (25/6/2019).

Menurutnya, kegiatan impor sampah kertas yang terkontaminasi sampah plastik oleh perusahaan-perusahaan dan tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan polusi di air, udara, dan lahan.

“Yang harus disetop penyelundupan sampah plastiknya, bukan impor sampah kertasnya,” ucap Prigi.

Melihat kondisi tersebut, kata Prigi, Ecoton mengusulkan tiga hal kepada pemerintah yaitu pertama, memasukan impor sampah kertas ke dalam jalur merah, agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bisa melakukan inspeksi.

Kedua, mendorong pemerintah agar negara asal atau eksportir melakukan sertifikasi terhadap perusahaan daur ulang dan menerapkan pengawasan 0 persen sampah plastik domestik.

“Ketiga, Indonesia memperketat pengawasan impor sampah kertas, dan mencabut izin impor bagi pengusaha kertas yang terbukti melakukan jual beli sampah plastik domestik impor,” sambung Prigi.

Selain mengawasi impor sampah kertas yang terkontaminasi sampah plastik, dalam penanganan pencemaran limbah plastik, pemerintah diharapkan memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu serta memberdayakan stakeholder untuk bisa mendaur ulang sampah plastik secara massif dan berkelanjutan.

Penanganan sampah plastik harus dimulai dari konsumen yang wajib membuang sampah plastik ke tempat yang ditentukan. Dengan demikian, sampah plastik tersebut dapat didaur ulang menjadi produk lain dan tidak mencemari saluran air dan pantai.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun berencana terus mendorong peningkatan nilai tambah terhadap limbah plastik dan kertas melalui peran industri daur ulang.

“Misalnya kertas, salah satu produk yang dihasilkan dari kayu ini sedang dibatasi penggunaannya, sehingga dibutuhkan industri recycle paper,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

(jamin/sumber: VOA dan kompas.com/foto: kompas.com).

loading...