Angkasa Pura 2

Pembangunan Pelabuhan Kijing Capai 23%, Target Beroperasi 2020

DermagaKamis, 19 September 2019
progres-pembangunan-pelabuhan-kijing-dhaj

MEMPAWAH (BeritaTrans.com) – Proses pembangunan Pelabuhan Kijing tahap pertama yang berada di Kabupaten Mempawah, saat ini sudah mencapai 23 persen.

GM Pelindo II Pontianak, Adi Sugiri saat meninjau progres pembangunan Pelabuhan Kijing menuturkan ditargetkan pertengahan tahun 2020 mendatang pelabuhan terbesar di Kalbar dan berskala internasional ini dapat beroperasi.

“Ini adalah pelabuhan terbesar di Kalimantan Barat, bagian pengembangan Pelabuhan Dwikora yang tidak memungkinkan lagi untuk dikembangkan karena lahan yang terbatas sekitar 9 hektar,” ucap Adi Sugiri saat diwawancarai sambil meninjau pembangunan Pelabuhan Kijing Mempawah, Kamis (19/9/2019).

Ia menjelaskan kapasitas Pelabuhan Kijing apabila sudah rampung semuanya mencapai 2 juta kontainer, kemudian mampu menampung 15 juta ton curah kering dan 12 juta ton curah cair.

Pelabuhan Kijing ditunjang dengan luasan lahan untuk pengembangan mencapai 200 hektar dan saat ini sudah dibebaskan.

Dari 200 hektar yang dibesarkan, terdapat dengan 7,7 hektar yang masih dikonsinyasikan pada pengadilan karena pihak pemilik belum menerima ganti rugi.

Lanjut disampaikannya Pelabuhan Kijing dalam proses pemancangan dan dilakukan secara bersamaan pembangunan darat maupun bagian sisi laut.

“Ini mendukung program tol laut, saat ini memiliki pelabuhan yang memadai hanya pelabuhan sungai dan Kijing dibangun 20 kali lipat dari Dwikora,” tegasnya. .

Tahap pertama pembangunan Pelabuhan Kijing dianggarkanRp5 triliun dan untuk keseluruhan proyek ini sampai pengembangan kedepan dianggarkan mencapai Rp14 triliun.

“Mensuport pelabuhan kijing ini PT Pelindo menyiapkan 200 hektar dan lahannya sudah dibebaskan,” jelasnya.

Kemudian PT Pelindo juga mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dilokasi pelabuhan dengan luasan 1300 hektar.

Saat ini juga dikaji industri terkait yang mendukung beroperasi pelabuhan. Adanya kawasan pelabuhan dan industri dalam satu kawasan akan mengecilkan biaya ditribusi.

“Kami juga menyiapkan planing industri yang akan dikembangkan, banyak mitra yang tertarik tapi masih dikaji,” ujarnya. (Lia/sumber dan foto:tribunpontianak)

loading...