Angkasa Pura 2

Pengemudi Bus Rosalia Menjadi Tersangka Perkara Kecelakaan Sebabkan 8 Orang Tewas

Aksi Polisi KoridorKamis, 19 September 2019
Bus Rosalia

BANDARLAMPUNG (BeritaTrans.com) – Polisi menetapkan sopir Bus Rosalia sebagai tersangka dalam kecelakaan truk tangki dengan bus penumpang Rosalia di Jalan Lintas Tengah, Kampung Way Tuba, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung.

Polisi menetapkan Amin Saifudin (48) sopir bus Rosalia Indah bernomor polisi AD 1666 CE, sebagai tersangka penyebab kecelakaan yang menewaskan 8 orang.

Kapolres Way Kanan AKBP Andi Siswantoro mengatakan, sopir yang diperiksa sudah naik statusnya jadi tersangka, setelah polisi melakukan gelar perkara. “Dari berbagai bukti permulaan yang kami temukan, memang ada kelalaian dan kealpaan dari sopir tersebut,” kata Andy Siswantoro pada Rabu (18/9/2019).

Tersangka dikenakan Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. Setelah penetapan tersangka, sopir bus tersebut langsung ditahan polisi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sopir bus tersebut tidak sedang dalam kondisi mengantuk, karena baru ganti shift dengan sesama sopir, sekitar 2 jam sebelum kejadian. Saat dilakukan tes urin, sopir bus tersebut tidak dalam pengaruh obat. “Selama pemeriksaan, tersangka dinilai kooperatif dan berulangkali sampaikan rasa penyesalannya,” kata Andy.

Menurut Andy, sopir yang merupakan warga asal Kota Salatiga, Jawa Tengah, itu juga mengaku hampir tiap minggu melintasi lokasi kejadian. Dia juga berpengalaman lebih dari 20 tahun menjadi sopir.

Kronologi

Kecelakaan antara Bus Rosalia Indah dan truk tangki di Jalan Lintas Tengah Sumatra, Kabupaten Way Kanan, Lampung, menewaskan delapan orang. Sebanyak 30 orang lainnya luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan kronologi kecelakaan antara bus bernomor polisi AD-1666-CE dan truk tangki dengan nomor polisi BE-9291-YJ. Peristiwa itu terjadi pada Senin (16/9) sekitar pukul 14.45 WIB.

Saat itu, bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bandarlampung menuju Palembang. Setibanya di Jalan Lintas Tengah Sumatra KM 229, bus mengambil jalur kanan, jalan aspal menikung tajam ke kiri dan menanjak tanpa marka.

“Karena kecepatan terlalu tinggi bus hilang kendali dan terguling di tengah jalan,” kata Zahwani dikutip Antara di Bandarlampung.

Ketika bus terguling, truk tangki datang dari arah berlawanan. Truk tidak dapat menghindar karena jarak yang terlalu dekat sehingga menabrak bus tersebut.

“Dari situ delapan orang meninggal di lokasi dan 24 luka-luka. Akibat kejadian itu, kerugian mencapai Rp100 juta,” ujarnya.

Pengemudi bus atas nama Joko (27) warga Masgar, Lampung Tengah, tewas di lokasi kejadian bersama tujuh orang lainnya.

Dalam musibah itu, delapan orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat, dan 22 lainnya mengalami luka ringan, sehingga totalnya 38 orang. Seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Delapan orang meninggal dunia itu antara lain pengemudi truk tangki Marjoko, warga Kota Metro, Provinsi Lampung. Korban lainnya penumpang bus Mujani (55), warga Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Blitar; Slamet Riadi (50), warga Desa Sebet, Kecamatan Plemahan.

Korban meninggal lain Sarpan (43), warga Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi; Wasidi (62) warga Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar; Suparti (45), warga Nganjuk, dan Kodri (49), warga Nganjuk. Terdapat satu warga Jawa Tengah, yakni Susanto (35), warga Desa Gosono, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Kediri, Jawa Timur memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas tersebut.

“Untuk korban meninggal di wilayah Kediri (Jasa Raharja Kediri, red.) ada lima orang, di mana dua orang dari Nganjuk pasangan suami istri, satu orang warga Plemahan, Kediri dan dua orang warga Blitar,” kata Kepala Jasa Raharja Perwakilan Kediri Kurnia Indrawan di Kediri, Selasa (17/9).

(sumber: kompas.com/foto: tribunnews.com).

loading...