Angkasa Pura 2

Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan, Dirjen Agus Minta Jajarannya Bebas KKN

DermagaSenin, 23 September 2019
IMG-20190923-WA0038

IMG-20190923-WA0039

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tingkatkan kualitas pengelolaan keuangan, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R Agus H Purnomo minta jajarannya bebeas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Kementerian Perhubungan berhasil mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Kemenhub Tahun 2018 dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut turut berkontribusi positif atas Opini BPK tersebut,” jelas Dirjen Agus saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2019 di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Dirjen Agus menginstruksikan seluruh jajaranya untuk bersama-sama mewujudkan pemerintahan yang bersih (Good Governance) dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

Hal tersebut sejalan dengan tema Rakor tahun ini yaitu “Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan yang Efektif dan Efisien Melalui Kerja Dengan Hati untuk Menciptakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang Bersih dan Akuntabel”.

“Kegiatan ini merupakan program kerja tahunan Ditjen Perhubungan Laut dalam menyatukan persepsi terkait proses penganggaran, pelaksanaan sampai dengan pelaporan,” kata dia

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk saling berinteraksi dan membahas berbagai permasalahan, sekaligus merumuskan cara penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan bidang pengelolaan keuangan.

Dengan begitu, para Pembina dan Pengelola Keuangan baik di tingkat pusat maupun di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah mempunyai persepsi yang sama dalam menyusun strategi pengelolaan keuangan di unit kerja masing-masing,

“Proses pengelolaan keuangan dapat dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan,” imbuhnya.

Rakor Bidang Keuangan dilaksanakan hingga 25 September 2019, diikuti 118 peserta perwakilan dari Koordinator Wilayah se-Indonesia, Distrik Navigasi, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai, Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran dan Balai Kesehatan Kerja Pelayaran. (omy)

loading...