Angkasa Pura 2

Jalur Ganda Stasiun Babadan-Geneng Siap Dioperasikan

EmplasemenSelasa, 24 September 2019
img-20190923-150720-eddb57087b062a6145e789de757e4f96

MADIUN (BeritaTrans.com) – Pihak PT KAI Daop 7 Madiun bersama dengan tim Satker Jatim II melakukan pemeriksaan kondisi rel baru, jalur ganda atau double track antara Stasiun Babadan-Geneng, Senin, (23/9/2019).

Kegiatan yang disebut joint inspeksi ini dengan menggunakan satu unit lori motor yang berangkat dari Stasiun Madiun.

Joint inspeksi dilakukan untuk memastikan kelengkapan persinyalan dan mengetahui kelaikan kondisi jalur kereta. Setelah dinyatakan layak, maka uji beban jalur ganda di antara Stasiun Babadan (Kabupaten Madiun) – Stasiun Geneng (Kabupaten Ngawi) dengan panjang 28,2 kilometer bakal dioperasikan. Tahapan ini dengan menggunakan lokomotif.

“Kegiatan ini sebagai tahap pra pengoperasian jalur ganda,” kata kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko.

Menurut dia, operasional jalur ganda antara Stasiun Babadan – Stasiun Geneng direncanakan pada awal Oktober mendatang. Hal ini merupakan usulan dari pihak Satker Jatim II dan bakal diawali dengan switchover atau pengalihan perjalanan kereta dari jalur lama ke jalur baru.

“Tapi, tetap melihat dari hasil joint inspeksi dan uji beban terlebih dulu,” ujar dia saat mengecek jalur ganda di wilayah Kota Madiun. Jika kondisi jalur ganda belum sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka serangkaian kegiatan akan mundur dari jadwal.

Kendati demikian, Ixfan optimistis proyek double track di wilayah kerja PT KAI Daop 7 Madiun segera rampung. Pencapaian pekerjaan yang dibagi dalam dua segmen, yakni Jombang – Madiun dan Madiun – Kedungbanteng sudah nyaris rampung.

Hingga kini, ia melanjutkan, jalur yang sudah tersambung di antara Stasiun Babadan – Nganjuk – Baron – Sukomoro – Nganjuk. Jalur ini memiliki panjang 58,76 kilometer. Dalam waktu dekat, jalur di antara Stasiun Babadan – Geneng akan tersambung.

“Mudah-mudahan pada 1 Desember sudah tersambung semua sehingga memudahkan kami untuk menentukan jadwal perjalanan kereta. Yang jelas akan ada penambahan perjalanan (setelah double track beroperasi),” Ixfan menjelaskan.

Sementara, staf teknis Satker Jatim II jalur ganda Madiun – Kedungbanteng, Andryan Setyo Utomo mengatakan bahwa pencapaian proyek proyek ruas tersebut sekitar 98 persen. Sisa dua persen untuk beberapa pekerjaan ringan.

“Perbaikan jembatan dan track. Kurang sedikit,” ujar dia. Karena itu, pihak Satker mengajukan permohonan kepada PT KAI Daop 7 Madiun untuk mengoperasionalkan jalur ganda Babadan – Geneng per 1 Oktober mendatang. [dan/idntimes.com/foto: ist]