Angkasa Pura 2

Volume 1 Juta Ton Bernilai 1 Miliar Dolar AS, Tanjung Priok Pelabuhan Terbesar Ekspor Juni 2019

Dermaga Ekonomi & BisnisSenin, 30 September 2019
8292019224449

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Statistik Perdagangan Luar Negeri Ekspor yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan posisi Tanjung Priok sebagai pelabuhan terbesar ekspor di Indonesia.

Pada Juni 2019 nilai ekspor Indonesia yang terbesar diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta senilai US$ 2,9 miliar. Adapun volume ekspor dari Tanjung Priok mencapai 1 juta ton.

Tanjung Perak, Jawa Timur menjadi pelabuhan ekspor terbesar kedua dengan nilai ekspor US$ 1 miliar. Volume ekspor yang diangkut di Tanjung Perak sebesar 566,8 ribu ton.

8292019223230

Pelabuhan Dumai, Riau di posisi ketiga dengan nilai ekspor sebesar US$ 550,8 juta dan volume 1,2 juta ton.

Pelabuhan selanjutnya terdapat di Belawan, Sumatera Utara memiliki nilai ekspor sebesar US$ 453,6 juta dan volume ekspor sebesar 543,5 ribu ton.

Tanjung Emas, Jawa Tengah di posisi kelima dengan nilai ekspor US$ 381,9 juta dan total volume ekspor sebesar 128,7 ribu ton.

Sebagai informasi, total ekspor Indonesia pada Juni 2019 mencapai US$ 11,79 miliar dengan volume ekspor sebesar 46,6 juta ton.

Nilai ekspor terendah di ASEAN

Nilai ekspor barang dan jasa Indonesia masih tertinggal dari negara-negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN) lainnya. Ini tercermin dari posisi Indonesia berada di urutan paling buncit seperti terlihat pada grafik.

Seperti diketahui, nilai ekspor barang dan jasa nasional sepanjang 2018 sebesar US$ 218,5 miliar atau hanya 20,97% dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai US$ 1.042 triliun.

8292019223550

Persentase ekspor barang dan jasa Indonesia jauh tertinggal dari Singapura yang mencapai 176,4% dari PDB maupun Vietnam 95% dari PDB.

Rendahnya nilai ekspor barang dan jasa Indonesia tersebut menjadi salah satu faktor fluktuatifnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jika perekonomian global dilanda ketidakpastian.

Pasalnya, rendahnya ekspor barang dan jasa tersebut membuat devisa yang masuk juga terbatas. Sementara, devisa yang keluar meningkat seiring kenaikan permintaan impor.

(jasmine/sumber: katadata.co.id).